berita2.com (Kupang, NTT): Bidang Keolahragaan (Bidora) Dinas PPO Propinsi NTT akan memecat atlet PPLP yang tidak disiplin dan berprestasi. Pemecatan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pelatih maupun tim independen. Demikian ditegaskan Kepala Bidang Keolahragaan Dinas PPO NTT, Ary Moelyadi,di Kupang, Sabtu (14/5/2011)
"Sudah ada dalam catatan kami atlet-atlet mana yang sering tidak disiplin latihan, merokok, mabuk-mabukan, malas sekolah dan lainnya. Dalam minggu ini juga surat pemecatan akan kami keluarkan. Posisi mereka akan diisi oleh atlet-atlet cadangan yang sudah dipersiapkan," kata Ary.
Ary mengatakan, ketegasan terhadap atlet sangat perlu untuk dilakukan, karena tuntutan prestasi saat ini sudah sangat ketat. Daerah lain perkembangan pelatihannya sangat pesat. Kalau di NTT masih terus memakai pola lama, suatu saat kita akan kehabisan atlet.
“Yang tidak disiplin atau kalah bersaing kita coret dan ganti dengan yang benar-benar berprestasi atau mau mengikuti aturan di sini," kata Ary yang juga adalah penanggungjawab pengelolaan PPLP dan PPLD NTT itu.
Untuk penyegaran, kata Ary, para pelatih juga akan ditukar. Di tinju misalnya, saat ini PPLD dilatih oleh Hermensen Ballo. Kami akan melakukan pergantian dimana Hermensen akan menjadi pelatih PPLP sedangkan John Banabera ke PPLD begitu juga untuk cabang lainnya.
Menurutunya, pihaknya ingin melihat apa yang menjadi penyebab lambannya regenerasi di cabang tinju. Masalahnya adalah, sejauh pantauan kami, di cabang tinju setelah Deni Hitarihun dan Atris Neolaka, tidak ada petinju pelapis yang sudah siap. Padahal, PPLP seharusnya mampu menyiapkan itu.
“Mudah-mudahan dengan adanya perubahan-perubahan ini regenarasi atlet di NTT terutama dari cabang super prioritas terus terjaga," kata Ary.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya