berita2.com (Cianjur, Jawa Barat): Untuk pertama kalinya, Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cianjur dipimpin oleh kalangan diluar pejabat publik ataupun struktural.
Dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kab. Cianjur X-2011 yang digelar di Bale Panyangling Raga KONI Cianjur, Mnggu 24 April 2011 hingga petang itu, Pengusaha Rumah Makan Bumi Aki, Dedih Satria Priatna atau yang akrab di sapa Dedih Ceker berhasil meraih 19 suara atau unggul tipis tiga suara atas pesaingnya, Hidayat Makbul (HM) yang hanya meraih 16 suara.
Kemenangan Dedih Ceker tersebut sudah diprediksikan sejak awal. Manuvernya untuk meraih dukungan maksimal dari pemilik suara, sudah digalang jauh-jauh hari. Sementara lawannya yang merupakan pengurus lama KONI Cianjur, priode 2006-2010 merupakan orang berpengalaman di KONI, tapi tidak bisa berbuat banyak. Dengan demikian Dedih Ceker akan memimpin KONI Cianjur priode 2011-2015.
"Saya akan berupaya KONI dibawah kepemimpinan saya kedepan akan diisi oleh orang-orang yang benar-benar mau bekerja untuk memajukan olahraga di Cianjur. Ini merupakan sebuah amanat yang harus saya jalankan. Saya tidak ingin, pengurus KONI yang akan kami bentuk nantinya hanya menumpang nama saja," kata Dedih seusai Musorkab.
Sementara Hidayat Makbul mengakui atas kekalahan yang diterimanya. Dia bahkan bersedia untuk membantu KONI kedepan jika dibutuhkan. "Pada Dedih Ceker ini sahabat saya, saya siap membantunya bila diperlukan. Karena mengurus olahraga bagi saya sudah mendarah daging," paparnya.
Secara terpisah mantan Ketua Umum KONI Kab. Cianjur priode 2006-2011, Ade Barkah Surahman mengatakan, pihaknya tidak ikut mencalonkan kembali dalam Musorkab KONI Kab. Cianjur X-2011 sebagai sikap untuk mentaati aturan undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) No. 3 Tahun 2005.
"Dalam Undang-Undang SKN mengisyaratkan bahwa pengurus KONI tidak boleh dijabat pejabat publik maupun struktural. Saya sebagai pejabat publik menyadari itu dan tidak mencalonkan kembali dalam Musorkab KONI kali ini," kata Ade.
Pihaknya berharap, langkahnya tersebut di ikuti oleh pejabat publik atau struktural lainya untuk tidak ikut dalam kepengurusan KONI. "Semoga sikap saya ini menjadi contoh bagi pejabat publik dan struktural untuk memberikan kesempatan bagi teman aktivis lainya," tegas Ade.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya