Las Vegas, (berita2.com): Manny Pacquaio tidak akan bertarung melawan Floyd Mayweather bulan Maret mendatang karena tidak adanya kesepakatan soal metode tes darah, kata promotor Bob Arum, Kamis waktu setempat.
Pertarungan Pacquaio, juara dunia di tujuh kelas, melawan bintang tinju AS yang belum terkalahkan, Mayweather, semula diramalkan menjadi partai termahal dalam sejarah tinju, di mana masing-masing akan mendapat hingga 40 juta dolar.
Arum, promotor Pacquiao, mengatakan bahwa permintaan kubu Mayweather untuk digunakannya metode tes Badan Anti-Doping AS (USADA), termasuk tes darah secara random pada hari-hari menjelang dan sesudah pertarungan, telah memupuskan kemungkinan terjadinya pertarungan tersebut.
"Sudah berakhir," kata Arum mengenai pertarungan itu.
Pihak Pacquiao lebih suka menggunakan tim doping swasta seperti yang telah digunakan dalam liga bisbol nasional dan liga sepak bola nasional, dimana tes darah dilakukan dengan waktu yang telah diatur untuk menghindari terganggunya aktivitas menjelang pertarungan.
Semula pertarungan itu dijadwalkan pada 1 Mei 2010 namun diganti karena Pacquiao ingin mencalonkan diri di Kongres Filipina, sementara pemilihan dilakukan pada bulan Mei juga.
Rencananya "Pac-Man" akan bertarung pada 13 Maret tapi lawannya adalah petinju AS Paul Malignanggi (27-3).
Pihak Mayweather menginginkan tes darah dan urin yang lebih ketat dibanding biasanya, yaitu dengan menggunakan program USADA dimana akan ada tes secara random pada hari-hari pertarungan.
Sementara Pacquaio tetap komit untuk tes doping pada Januari, 30 hari sebelum pertarungan dan sesudahnya.
Kedua petinju belum pernah positf menggunakan obat terlarang berdasark metode tes doping di negara bagian Nevada, yang hanya memeriksa sampel urin sebelum dan sesudah pertarungan.
Menurut Arum, sikap kubu Mayweather yang ngotot menggunakan metode random untuk tes darah hanya sebagai cara untuk mengindari Pacquiao...
(*M "iron" M*)