berita2.com Sabtu, 04 September 2010

 
You are here: Home Olahraga Tenis
Banner

Tennis

Caroline Wozniacki Masuk ek Unggulan Teratas

E-mail Cetak PDF

berita2.com (New York): Petenis Denmark, Caroline Wozniacki,  untuk pertama kalinya menjadi unggulan teratas dalam turnamen grand slam untuk Amerika Serikat/AS  Terbuka (US Open) yang akan dimulai Senin mendatang.

Wozniacki memperoleh posisi unggulan teratas itu setelah cedera kaki memaksa petenis Amerika Serena Williams menarik diri dari turnamen di Flushing Meadows tersebut.

Petenis Denmark berusia 20 tahun, peringkat dua dunia di bawah Williams itu, telah memenangi tiga gelar termasuk kemenangan awal pekan ini di Piala Montreal.

Juara bertahan AS Terbuka Kim Clijsters menjadi unggulan kedua, diikuti duakali juara asal AS Venus Williams, petenis Serbia Jelena Jankovic dan petenis Australian Samantha Stosur.

Selain Clijsters dan Venus Williams, mantan juara AS Terbuka yang juga menjadi unggulan dalam turnamen yang akan berlangsung 30 Agustus hingga 12 September itu adalah unggulan 11 Svetlana Kuznetsova dan unggulan 14 Maria Sharapova.

Francesca Schiavone, juara Prancis Terbuka 2010, menjadi unggulan keenam. Serena Williams, yang menjuarai Australia Terbuka dan Wimbledon tahun ini, menarik diri dari AS Terbuka pekan lalu agar ia bisa pulih dari operasi pada kakinya setelah luka akibat pecahan gelas di sebuah restoran Juli lalu.

Kaki Belum Sembuh, Serena Williams Tak Ikut AS Terbuka

E-mail Cetak PDF

berita2.com (New York): Petenis Amerika peringkat satu dunia Serena Williams menarik diri dari AS Terbuka karena masih menjalani pemulihan dari operasi pada kaki kanannya.

Williams, yang memenangi gelar grand slam ketigabelasnya di Wimbledon awal tahun ini,luka pada kakinya akibat pecahan kaca di sebuah restoran Juli lalu dan belum pernah bermain sejak itu.

"Dengan sangat frustrasi dan kesedihan yang dalam saya telah menarik diri dari AS Terbuka," kata Williams pada laman turnamen (http://www.usopen.org/). "Dokter saya menyarankan saya tidak bermain agar kaki saya bisa sembuh." AS Terbuka dimulai 30 Agustus di Flushing Meadows

Ana Ivanovic Bertemu Kim Clijsters

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Mason, Ohio): Petinis papan atas Ana Ivanovic akan bertemu Kim Clijsters pada semifinal Cincinnati Terbuka setelah melangkah ke babak empat besar bersama petenis remaja Rusia Anastasia Pavlyuchenkova dan Maria Sharapova, Jumat (13/8/2010) waktu setempat.

Mantan peringkat satu dunia asal Serbia Ivanovic, tampak bagus dan percaya diri, dengan mudah mengalahkan petenis kualifikasi asal Uzbekistan Akgul Amanmuradova 6-1 6-3 untuk mencapai semifinal keduanya tahun ini.

Pemain bukan unggulan Ivanovic, yang mencapai empat besar pada Italia Terbuka di Roma, memenangi 22 dari 24 servis poin pertamanya dan tampak tenang sepanjang pertandingan.

"Saya kira ini harus dilakukan dengan percaya diri. Anda tahu, ketika Anda merasa yakin bahwa Anda punya permainan dan Anda punya perlengkapan, Anda bisa menarik mundur itu.

"Saat ini, saya merasa jika pukulan `forehand` saya tidak berhasil, saya bisa menarik mundur yang lainnya; jika itu tidak berhasil saya bisa menarik mundur gerakan saya dan hanya berusaha untuk mendapat bola dan entah bagaimana mendapatkannya kembali," katanya.

Clijsters, yang sedang menyiapkan diri untuk mempertahankan mahkota AS Terbuka akhir bulan ini, dibuat pontang-panting oleh unggulan 11 asal Italia Flavia Pennetta sebelum meraih kemenangan 7-6 6-4.

Clijsters, yang mengakhiri masa pensiunnya dengan tampil pada turnamen yang sama tahun lalu, melakukan 39 kesalahan sendiri dan mengaku ia tidak dalam kondisi terbaiknya.

"Kesalahan itu terjadi karena saya masih tidak merasa bahwa segalanya berjalan secara natural, bahwa saya ingin ini berjalan. Saya sungguh berusaha bekerja meraih setiap poin," katanya.

Sharapova tidak terlalu khawatir mengenai kekalahannya dari petenis Prancis Marion Bartoli, ketika petenis Rusia itu menghasilkan servis game keras, memenangi 29 dari 30 servis poin pertamanya dan menghasilkan sembilan "ace" dalam kemenangan 6-1 6-4.

Tiga kali juara Grand Slam itu selanjutnya akan menghadapi semifinal yang berat setelah Pavlyuchenkova menampilkan sikap seorang veteran untuk mengalahkan petenis Belgia unggulan 12 Yanina Wickmayer 7-5 3-6 6-1.

Ia tertinggal 1-5 pada set pertama tetapi menyelamatkan tiga "set point" untuk bangkit, memenangi enam game beruntun.

Wickmayer, yang belakangan mengatakan ia merasa lemah pada kakinya dan kekeringan pada tengah hari yang panas, memanggil dokter ke tepi lapangan ketika ia tertinggal 5-6.

Awal yang hampir sama terjadi pada set kedua dengan Wickmayer memimpin 5-0 sebelum Pavlyuchenkova kembali berjuang meskipun petenis Belgia itu memaksakan digelarnya set penentuan.

Terdorong oleh semangat ketahanannya, petenis Rusia berusia 19 itu melaju pada set ketiga untuk meraih tempat di babak empat besar.

Petenis remaja itu tidak ragu dengan kemampuannya untuk bangkit melawan Wickmayer, meskipun tertiggal 1-5 pada set pembuka. "Saya kira saya selalu seperti itu sejak saya gadis kecil," katanya.

Elena Perbaiki Permainannya

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Stanford, California): Elena Dementieva, yang absen di Wimbledon karena cedera, kembali beraksi sebagai salah satu unggulan teratas pada turnamen Bank of the West Classic pekan ini tempat ia akan memperbaiki permainannya menjelang AS Terbuka.

Dementieva, unggulan kedua dalam turnamen tersebut, mendapat bye pada putaran pertama dan akan menghadapi pemenang pertandingan antara sesama petenis Rusia Dinara Safina dan petenis Jepang Kimiko Date Krumm, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Petenis berusia 28 tahun Dementieva menderita cedera betis pada Prancis Terbuka yang memaksanya mundur pada pertandingan semifinal

melawan petenis yang akhirnya menjadi juara Francesca Schiavone dan membutuhkan istirahat empat pekan untuk pulih.

Dementieva, yang belum memenangi satu gelar grand slam pun, mengatakan ia mengerti bahwa cedera adalah bagian dari permainan tersebut tetapi tidak bisa mengikuti Wimbledon yang belum pernah ia ikuti, sangat mengecewakan.

"Saya tidak nonton karena saya terlalu kecewa saya tidak berada di sana," katanya kepada wartawan. "Saya tidak ingin tahu siapa yang menang."

Kendati memainkan jadwal yang menyiksa selama 11 tahun terakhir, Dementieva tidak pernah melewatkan grand slam selama ia memenuhi syarat hingga tahun ini.

Dianggap oleh sejumlah pemain putri terbaik bukan untuk memenangi grand slam, peraih medali emas Olimpiade 2008 itu mengatakan, terlepas dari usianya ia masih sekompetitif ketika ia pertamakali maju ke semifinal grand slam sebagai remaja pada 2000.

"Tidak pernah mudah untuk kalah," kata Dementieva. "Saya suka bermain dan menang dan kalah selalu mengecewakan. Mungkin sekarang saya lebih tenang, tetapi bukan berarti bahwa saya tidak peduli."

Dementieva berharap meraih kembali performanya tepat pada waktunya untuk menghadapi AS Terbuka, yang akan dimulai 30 Agustus. Ia mencapai final AS Terbuka pada 2004 tetapi kalah oleh rekan senegaranya Svetlana Kuznetsova.

Sementara cedera betis mengganggu ritme Dementieva, ia yakin bahwa itu juga ada sisi positifnya.

"Saat yang baik untuk istirahat dan bersiap untuk musim kompetisi lapangan keras," katanya. "Pada akhirnya, saya sungguh membutuhkan saat-saat libur agar haus kompetisi."

Serena Taklukan Vera Zvonareva, Tampil Jadi Juara Wimbledon

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Wimbledon): Serena Williams akhirnya keluar sebagai juara turnamen Wimbledon. Menghadapi Vera Zvonareva, Serena menang dua set langsung dengan skor 6-3 dan 6-2.

Pada pertandingan yang berlangsung hari Sabtu (3/7/2010), Serena tak mendapatkan banyak kesulitan untuk membekuk Zvonareva. Ia hanya membutuhkan waktu 67 menit untuk menyelesaikan pertandingan ini.

Ia mencetak sembilan ace dalam pertandingan ini, sementara Zvonareva hanya empat. Zvonareva awalnya sempat memberikan perlawanan, namun ia tampak tertekan pada game keenam, di mana ia melakukan tiga kali kesalahan dari pukulan forehand.

Kedudukan sempat sama kuat 3-3, tetapi Serena akhirnya memenangi set pertama dengan skor 6-3 setelah bertanding selama 36 menit. Set kedua, mutlak menjadi milik Serena. Ia sempat unggul hingga 5-1.

Bagi Serena, ini adalah gelar Wimbledon-nya yang keempat. Sebelumnya, adik dari Venus Williams ini menjadi juara pada tahun 2002, 2003, dan 2009. Ya, dengan ini berarti Serena juga berhasil mempertahankan gelarnya musim lalu.

Berkat kemenangan ini pula, Serena kini mengoleksi 13 titel Grand Slam. Ia melewati torehan Billie Jean King dan kini duduk di peringkat enam dalam daftar peraih titel Grand Slam terbanyak sepanjang sejarah.

Maka, tak heran ketika smash-nya berhasil menaklukkan Zvonareva, ia bersorak kegirangan sembari melempar raketnya ke udara. “Yang satu ini sangat spesial. Billie Jean, saya berhasil mengejar Anda!” Ujarnya di Reuters.

Halaman 1 dari 21

Berita Terkait