berita2.com (Kupang, NTT): Pengurus provinsi (Pengprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak pelaksanaan Kongres yang akan digelar Komite Normalisasi pada 19-21 Mei 2011 mendatang. Alasannya, Komite Normalisasi menolak George Toisuta dan Arifin Panigoro sebagai calon Ketua Umum PSSI.
"Kita menolak Kongres PSSI yang akan digelar Komite Normalisasi," kata Sekretaris Pengda PSSI NTT, Lambert Tukan kepada wartawan di Kupang, Jumat 6 Mei 2011.
Menurut dia, 83 pengprov dan klub di Indonesia tetap menyatakan mendukung George Toisuta dan Arifin Panigoro, karena tidak pernah melanggar statuta.
Karena itu, lanjut Lambert, 83 pengprov dan klub ini sementara berupaya mengklarifikasikan masalah itu ke FIFA. Jika tidak mendapat jawaban, maka ada kemungkinan tim ini akan melakukan gugatan Arbitrase ke FIFA untuk menjelaskan kasus itu.
Dia mengatakan, tim ini akan mendukung keputusan FIFA, jika FIFA melaksanakan tugas sesuai aturan main. "Seharusnya FIFA memberikan rambu-rambu tentang statuta, bukan melarang orang dengan surat. Itu sudah mencampuri urusan internal," katanya.
Karena itu, surat FIFA tentang penolakan George dan Arifin sebagai calon ketua umum batal demi hukum, karena tidak sesuai statuta.
Dia menambahkan, George Toisuta dan Arifin Panigoro yang ditolak sebagai calon ketua umum PSSI masih berpeluang lolos sebagai calon pada Kongres PSSI yang akan digelar.
Mulai hari ini sampai 13 Mei 2011, menurut dia, George dan Arifin akan diperiksa oleh komite banding. "Mungkin juga komite banding akan meloloskan George dan Arifin sebagai calon ketua umum," katanya.
Pengprov NTT telah menyatakan dukungan kepada George Toisuta pada Kongres PSSI yang akan digelar akhir Mei 2011. "Kita tegas mendukung George Toisuta," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya