Pelatih Persema Subangkit, Jumat (5/3), mengakui, dua pilar asing Arema Indonesia itu sangat membahayakan, bahkan akan menyulitkan barisan belakang Laskar Ken Arok karena pasokan bolanya yang cukup akurat dan seringkali membuahkan gol.
"Muhammad Ridhuan dan Roman Chamelo menjadi target kami untuk `diamankan` sepanjang 90 menit pertandingan. Meskipun ada beberapa pemain pilar Arema Indonesia yang absen, kekuatan tim berjuluk Singo Edan itu tetap saja menjadi `momok` bagi Persema," ucapnya menegaskan.
Mantan pelatih Persekabpas Pasuruan itu mengakui, kekuatan setiap lini Arema Indonesia cukup merata dan bagus, namun dua pemain asing itu yang harus terus ditempel ketat pergerakannya. Jangan sampai suplai bola ke depan dari dua pemain itu terus mengalir.
Namun demikian, tegasnya, dirinya sudah menginstruksikan pada anak asuhnya untuk tetap bermain tenang, supaya mampu mengatur irama permainan dan mampu menerobos benteng pertahanan Arema yang ditinggalkan Pierre Njanka, akibat akumulasi kartu kuning.
"Anak-anak harus bisa memenangkan pertandingan lawan saudara mudanya dan mengamankan tiga angka di kandang. Kami juga optimistis akan mampu meladeni dan menaklukkan Singo Edan," katanya.
Sementara itu, pihak manajemen Persema Malang berjanji akan menggerojok bonus bagi pemainnya, jika mampu menundukkan Arema Indonesia di Stadion Gajayana, Selasa (9/3) mendatang.
"Kami sudah menyiapkan bonus bagi pemain kalau bisa mengalahkan Arema Indonesia. Hanya saja, kami juga masih melihat jalannya pertandingan, seberapa jauh semangat anak-anak dalam membela timnya dan seberapa `fair play` mereka berupaya untuk memenangkan pertandingan bergengsi ini," tegas manajer Persema, Hadi santoso.
Hingga pertandingan ke-21, calon lawan Persema itu masih tetap kokoh berada di puncak klasemen sementara LSI 2009/2010. Sedangkan Persema berada di posisi keempat klasemen.(*RHJ)



































