Milan, (berita2.com) : Pelatih Jose Mourinho akhirnya memenangi pertarungan syarat ikatan emosi ketika Inter Milan mengalahkan bekas timnya Chelsea 2-1 pada pertemuan pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa di San Siro, Milan, Kamis dinihari WIB.
Bagi Mourinho, keunggulan tersebut merupakan modal penting untuk menghadapi pertemuan kedua di Stamford Bridge pada 16 Maret mendatang.
Kemenangan Inter atas Chelsea tersebut juga menoreh sejarah karena inilah untuk pertama kalinya klub Italia berhasil menaklukkan tim Inggris setelah 2003. Ketika itu, Inter mengalahkan Arsenal 3-0 di London.
Sebaliknya bagi pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti, hasil tersebut menimbulkan mimpi buruk setelah ia kembali ke stadion San Siro, dimana ia pernah menangani AC Milan selama delapan tahun.
San Siro memang pernah memberikan mimpi indah bagi Ancelotti karena bersama AC Milan, ia berhasil mempersembahkan dua gelar juara Liga Champions dan satu gelar juara Liga Italia.
Meski berhasil mengatasi Chelsea, ternyata Mourinho tidak terlalu antusias dengan hasil tersebut.
"Saya tentu gembira karena sebagai seorang profesional, saya ingin menang secara profesional dan saya ingin meraih gelar juara sebanyak mungkin. Kemenangan ini tidak terlalu mengejutkan bagi kami," kata Mourinho, pelatih asal Portugal itu.
"Pertandingan berjalan seimbang. Chelsea tidak lebih baik dari kami, mereka juga berkualitas seperti halnya kami," katanya.
Inter langsung tampil mengejutkan dan sudah membobol gawang Chelsea meski pertandingan berjalan tiga menit.
Gol tersebut tidak terlepas dari kesalahan barisan pertahanan Chelsea ketika John Terry salah mengantisipasi bola yang dengan baik dimanfaatkan oleh Diego Milito, pemain Inter asal Argentina.
Frank Lampard, tengah tengah Chelsea yang kembali bermain setelah mengalami serangan virus, mengakui bahwa gol tersebut membuat mereka cukup terpukul.
"Kami merasa bagi kami adalah tim yang tangguh, tapi masalah kebobolan gol dengan begitu cepat dan kondisi itu tentu sangat menyulitkan kami," kata Lampard.
"Bermain di Stamford Bridge dengan posisi ketinggalan 1-2 membuat kami tidak punya pilihan lain kecuali memenangi pertandingan," katanya.
Tetapi secara perlahan Chelsea berhasil mengatasi kekagetan tersebut dan mereka langsung bereaksi sehingga berbalik mengontrol permainan.
Peluang pertama datang pada menit ke-11 ketika tendangan Nicolas Anelka masih melebar di sisi gawang.
Pada menit ke-30, tendangan bebas Didier Drogba dari jarak 25 yard masih menerpa mistar gawang.
Pertandingan babak pertama diakhiri dengan sebuah kontroversi ketika wasit Manuel Gonzalez sama sekali tidak menggubris protes pemain Chelsea setelah Kalou dijatuhkan oleh Samuel di dalam kotak penalti.
Kerja keras tuan rumah akhirnya membuahkan hasil ketika pada menit ke-51, Salamon Kalou berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol berasal dari aksi Branislav Ivanovic yang dengan bebas menusuk ke daerah pertahanan Inter dan kemudian melepaskan umpan matang kepada Kalou.
Tanpa kesulitan, Kalou pun melancarkan tendangan dari jarak 20 meter melewati beberapa pemain belakang Inter, tanpa bisa dicegah kiper Cesar.
Hanya berselang empat menit kemudian, Inter kembali unggul 2-1 melalui tendangan keras Esteban Cambiasso.
Hasil pertandingan lainnya : di Moskow CSKA Moscow (Rusia) vs Sevilla (spanyol) 1-1.(*un)