Palembang, (berita2.com) : Warga Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) kembali kecewa dan menyayangkan kekalahan dialami lagi oleh tim sepak bola kesayangan Sriwijaya Football Club (SFC) 1-3, ketika menghadapi Bontang FC, di kandang lawan, Selasa (19/1) malam.
Kekalahan kesebelasan "Laskar Wong Kito" dalam pertandingan tandang di Stadion Munawarman, Bontang, Kalimantan Barat itu, membuat beberapa penggemar berat klub identik dengan milik masyarakat Sumsel itu, di Palembang, Rabu, menyampaikan kekecewaannya. Salah seorang penggemar SFC, Adil, mengatakan merasa kecewa karena sebagai pecinta setia klub sepak bola itu ternyata kembali memgalami kekalahan.
Sriwijaya FC sebelumnya juga mengalami kekalahan ketika menghadapi Persisam Samarinda pada pertandingan tandang di Samarinda, Kaltim (16/1), dengan skor 0-1. Pertandingan tandang sebelumnya SFC juga alami kekelahan. Sebagai penggemar setia klub yang pernah meraih dua gelar juara (double winner) tersebut, secara pribadi merasa kecewa, kata dia lagi.
Beberapa penggemar dan pengamat sepak bola di Sumsel menilai, kekalahan beruntun dialami SFC dalam setiap pertandingan tandang tersebut kemungkinan karena faktor psikologis pertandingan dilaksanakan di kandang lawan. Akibat pemain tidak memperoleh dukungan dalam pertandingan yang dilaksanakan di Kaltim tersebut, sehingga tidak bisa berbuat banyak, ujar Jayadi pula. Namun informasi dari markas SFC menyebutkan pula adanya masalah berkaitan dengan pembayaran honor/gaji dan uang muka kontrak pemain yang belum beres.
Dikabarkan, kondisi itu kalau tidak segera diatasi manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola SFC, bisa berdampak lebih buruk termasuk kemungkinan adanya pemain andalan yang mengancam "hengkang" dari klub ini. Diharapkan ke depan SFC bisa meraih poin penuh dalam setiap pertandingan, termasuk di kandang lawan, sehingga kesebelasan tersebut bisa memenuhi target tampil sebagai juara.
Pelatih SFC, Rahmad Darmawan ketika dihubungi dari Palembang usai pertandingan menghadapi Bontang FC, mengatakan bahwa anak asuhnya mengalami kekalahan pada pertandingan tandang tersebut, karena pemainnya belum bermain secara maksimal. Kesebelasan tersebut hanya bisa memasukkan satu gol ke gawang lawan, padahal Bontang FC bisa memasukkan tiga gol.
SFC dari 15 kali bertanding, enam kali menang, enam kali kalah, dan tiga kali imbang sehingga bertahan pada papan tengah klasemen sementara kompetisi Djarum Indonesia Super League. Padahal SFC memasang target juara, sehingga harus berupaya berada di papan atas klasemen itu.(*un)