Tokyo, (berita2.com) : Jepang Selasa (5/1) mengatakan pihaknya akan mengizinkan kunjungan tim wanita sepak bola Korea Utara Februari depan untuk ikut ambil bagian dalam kejuaraan Asia Timur sebagai pengecualian sanksi terhadap negara komunis itu.
Keputusan itu dibuat dengan pertimbangan bahwa hal ini merupakan kegiatan olah raga, kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirofumi Hirano.
Beberapa menteri negara telah menyatakan penentangan atas masuknya mereka, termasuk Hiroshi Nakai, yang bertindak mewakili pemerintah dalam upaya memecahkan masalah penculikan warga Jepang oleh para agen Korea Utara, pada era Perang Dingin.
Nakai Selasa mengatakan bahwa keputusan itu adalah `kasus khusus` dan tidak berarti Jepang mempermudah secara keseluruhan masuknya warga Korea Utara yang dilarang. Tim wanita Korea Utara telah mengajukan visa untuk ikut ambil bagian dalam kompetisi itu, yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Asia Timur, bersama dengan Jepang, China dan Korea Selatan.
Hubungan-hubungan Korea Utara dan Jepang, yang dulu mengkolonisasi Semenanjung Korea, belakangan semakin tegang.
Setelah Korea Utara melakukan uji coba senjata nuklir pertama pada 2006, Jepang mengenakan sanksi terhadap Pyongyang, dengan menghentikan semua perdagangan, membekukan jalur transportasi udara dan laut, serta melarang semua kunjungan yang dilakukan warga Korea Utara.
Korea Utara telah mengaku menculik 13 warga Jepang pada tahun 1970-an dan 1980-an. Pyongyang mengakui lima di antara mereka telah dipulangkan ke Jepang, dan menjelaskan bahwa lainnya sudah meninggal.
Namun Tokyo mencurigai beberapa korban itu masih hidup, dan mendesak Korea Utara untuk memberikan penjelasan mengenai nasib warganya tersebut.(*un)