berita2.com Kamis, 09 September 2010

 
You are here: Home Olahraga Sepakbola
Banner

Sepak Bola

Tiba-tiba Bendera Indonesia Berkibar di Piala Dunia, Ada Apa?

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Johanesburg): Sejak Piala Dunia 2010 dimulai hingga babak semifinal, belum terlihat satu pun bendera Indonesia (Merah Putih) ikut berkibar dalam kemeriahan pesta sepak bola. Namun, justru di partai final bendera itu akhirnya berkibar juga, meski hanya satu.

Sekitar pukul 17.30 waktu Afrika Selatan (Afsel), Minggu (11/7/2010), tiba-tiba ada segerombol orang yang penuh semangat meneriakkan yel-yel dan mengibarkan bendera Indonesia di jalan menuju Stadion Soccer City, Johannesburg. Ini cukup langka.

Selama Piala Dunia, tentu saja banyak bendera peserta berkibar dibawa para suporter di tempat-tempat keramaian. Bahkan, bendera bukan tim peserta juga ikut berkibar. Bendera Israel, misalnya, pernah dibawa seorang suporter dan dikibar-kibarkan di Nelson Mandela Square. Namun, rasanya belum pernah bertemu bendera Indonesia yang dikibarkan selama sebulan pesta Piala Dunia 2010.

Bendera itu juga mendapat perhatian banyak orang karena partai final mempertemukan Belanda dan Spanyol. Bendera Belanda juga banyak berkibar yang dibawa suporternya dan mirip bendera Indonesia. Maka, banyak yang sempat tercenung karena di tengah-tengah banyaknya bendera merah-putih-biru (bendera Belanda), tiba-tiba ada bendera yang hanya merah dan putih.

Seperti dilansir kompas.com, bagi yang tahu bahwa itu bendera Indonesia, akan langsung memaklumi dan mengerti bahwa mereka suporter asal Indonesia. Bagi yang tak tahu, mungkin akan merasa aneh atau malah menduga ada bendera Belanda yang kurang lengkap.

Mereka memang orang-orang Indonesia yang khusus datang ke Afsel untuk menyaksikan final Piala Dunia 2010. Mereka datang pada 10 Juli, dan sehari kemudian langsung menonton final.

"Kami datang 60 orang. Ya, kami ingin ikut menikmati Piala Dunia dan menjadi bagian dari pesta sepak bola ini," jelas Nanang Hermawan.

Menurutnya, kelompok suporter asal Indonesia itu dijaring oleh Nokia. Mereka dipilih berdasarkan aktivasi handphone dengan sistem tersendiri. Diambillah 60 orang untuk diberangkatkan ke Afsel dan menonton Piala Dunia.

"Senanglah, kami semua amat senang menonton Piala Dunia 2010. Makanya, kami terus bergembira sepanjang perjalanan menuju stadion," kata Karsanty, anggota rombongan itu. Hal yang sama dikatakan oleh Maruya.

Karena orang Indonesia, mereka pun membawa bendera Merah Putih. Setidaknya, mereka ingin mengabarkan bahwa Indonesia ada di Piala Dunia, meski sebagai penonton.

"Hore... Hore...," begitu teriak para suporter Indonesia itu. Mereka sering mendapat perhatian selama perjalanan ke stadion dari tempat parkir yang jaraknya sekitar 3 sampai 4 kilometer. Bahkan, ada suporter negara lain yang minta berfoto bersama suporter Indonesia.

Pendukung Belanda Sweeping Pendukung Spanyol

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Manokwari): Kecewa karena tim kesayangannya kalah, pendukung timnas Belanda bentrok dengan pendukung Spanyol di Jalan Meredeka dan Sudirman, Manokwari, Papua Barat, Senin (12/7/2010). Lalu pendukung Belanda mensweeping pendukung Spanyol

Keributan diduga bermula dari ulah pendukung tim Spanyol yang sedang melakukan konvoi mengejek pendukung Belanda yang pada saat itu sedang berdiri di pinggir jalan.

Tidak terima diejek, puluhan pendukung Belanda langsung mensweeping kendaraan pendukung Spanyol bahka beberapa di antaranya nyaris dihakimi. Tidak hanya itu, para pendukung Belanda juga melempari pendukung Spanyol dengan batu.

Beruntung aksi anarkis itu dapat dicegah rekan-rekannya. Setelah situasi mulai aman, kedua pendukung melakukan konvoi secara bersama-sama sambil atribut bendera masing-masing negara.

Ini Dia Jabulani Khusus Final Piala Dunia

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Johanesburg):  Pertandingan final Piala Dunia 2010 pada Senin (12/7) akan menggunakan Bola Jabulani dengan desain khusus. Sebagai adaptasi, sejak Kamis (8/7) lalu, tim Spanyol dan Belanda menerima masing-masing 30 bola untuk berlatih.

"Jabulani ini adalah versi khusus dengan desain warna emas," kata produsen bola tersebut. Bola itu juga dilengkapi nama finalis, nama tempat, stadion, dan tanggal pertandingan.

Penjaga Gawang Brazil Ditangkap, Bunuh Wanita

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Rio de Janeiro): Penjaga gawang tim sepak bola paling populer di Brazil, Rabu, menyerahkan diri kepada polisi yang menyelidiki hilangnya dan kemungkinan dibunuhnya mantan pacarnya, dalam kasus yang membuat tercengang masyarakat di negara "gila bola" tersebut.

Kiper Flamengo, Bruno Souza, dan seorang temannya menghadapi perintah penangkapan sementara jaksa penuntut umum menyelidiki hilangnya model Eliza Samudio (25) bulan Juni.

Beberapa mobil polisi tiba di rumah mewah Bruno di pantai Rio de Janeiro, Rabu, tapi mereka tak menemukan penjaga gawang itu atau temannya Luiz Henrique Ferrera Romao, yang dikenal dengan sebutan "Spaghetti". Kedua orang itu belakangan datang ke kantor polisi. Tak seorang pun dinyatakan sebagai tersangka.

Samudio (25) mengajukan pengaduan ke polisi terhadap Bruno, dan mengatakan model itu telah diculik, dipukuli dan dipaksa mengkonsumsi obat yang akan mengakibatkan dia keguguran. Samudio belakangan melahirkan seorang bayi yang ia katakan adalah anak Bruno.

Kantor jaksa penuntut umum di Rio de Janeiro menyatakan di jejaringnya kantornya bahwa telah mengajukan dakwaan penyerangan dan penculikan yang berkaitan dengan peristiwa yang diduga terjadi pada Oktober terhadap Bruno dam Ramao.

Bruno, yang seperti banyak pemain sepak bola Brazil dikenal dengan nama satu kata, telah membantah ia terlibat dalam hilangnya Samudio dalam komentar kepada media. Istri Bruno ditangkap di kota tempat tinggal pemain tersebut di Belo Horizonte, sekitar 440 kilometer di sebelah utara Rio de Janeiro.

Klub sepak bola Flamengo, Rio de Janeiro, adalah juara liga dan sejauh ini menjadi klub paling terkenal di Brazil.

Satu sumber polisi mengatakan bahwa penangkapan Bruno diperintahkan setelah sepupu penjaga gawang tersebut, yang berusia 17 tahun, bersaksi bahwa Bruno dan Romao telah menculik Samudio dan membawa model itu ke rumah Bruno di Belo Horizonte.

Hubungan antara bintang olah raga favorit di Brazil dan aksi pidana telah menjadi sorotan setelah Adrinao, pemain lain Flamengo dan mantan penyerang bagi tim nasional, diselidiki karena diduga terkait dengan penyelundup narkotika di Rio de Janeiro.

Adriano, yang membantah ia melakukan pelanggaran dan belum dijadikan terdakwa, sejak itu telah pindah ke klub Roma, Italia.

Warga Jerman Marah, Goreng Saja Itu Gurita

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Munchen): Setelah Spanyol mengalahkan Jerman, sebagian waraga Jerman marah dan menyebutkan kekalahan itu sebagai buah dari ramalan Si Paul, gurita peramal. Mereka emosional dengan mengatakan goreng saja itu gurita.

Belakangan ini Paul yang berasal dari Jerman memang kembali jadi buah bibir di kalangan petaruh, keberadaannya jadi dua hal yang saling bertolak belakang, dipuji dan dihina. Apa pun itu, Paul telah mempertahankan rekor tak pernah kalah alias selalu benar saat menebak hasil pertandingan di Piala Dunia kali ini.

Sebelum semifinal dini hari tadi berlangsung, Paul kembali menjalankan tugasnya menebak hasil laga Jerman. Seperti diketahui, gurita yang satu ini bertengger di atas kotak berisi bendera La Furia Roja dan kebetulan Spanyol memang.

Jumlah wartawan yang meliput kian banyak dibanding ketika Paul menjalankan tugas jelang perempat-final atau fase-fase sebelumnya. Bahkan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia oleh stasiun TV setempat. Hal ini tentu seiring dengan keberadaannya yang juga semakin fenomenal.

Menurut laporan surat kabar Jerman Der Western, begitu banyak masyarakat di sana yang membuat status Facebook maupun Twitter, menginginkan Paul di goreng atau dipanggang untuk hidangan BBQ. Tak tanggung-tanggung, bahkan ada fans Jerman yang ingin sekali melempar Paul ke kolam hiu.

Jadi, pas rasanya menyandingkan Paul dengan kalimat from hero to zero karena laporan ini juga menyebutkan ada lagu anti-gurita di Jerman!

Halaman 2 dari 109

Berita Terkait