Pada sesi latihan pagi, Rabu, pemain yang tergabung dalam tim Thomas yang tampak berlatih antara lain Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Tommy Sugiarto, Rian Sukmawan, Yonathan Suryatama dan Mohammad Ahsan.
Sedangkan Simon Santoso, Markis Kido/Hendra Setiawan dan Alvent Yulianto belum tampak bergabung di Cipayung.
Menurut pelatih tunggal putra, Agus Dwi Santoso, Simon sedang sakit, sedangkan Alvent masih berada di Jepang dan mengatakan akan bergabung pekan depan.
Adapun Kido mengaku masih menanti keluarnya surat persetujuan pengunduran dirinya bersama pasangannya Hendra Setiawan terlebih dahulu.
"Saya ingin status kami jelas dulu supaya tidak terkatung-katung. Surat pengunduran diri sudah kami ajukan dua bulan lalu dan PBSI sudah sepakat kami diijinkan keluar (dari Pelatnas)," kata Kido yang dihubungi secara terpisah, Rabu (3/2).
Taufik yang mundur dari Pelatnas awal tahun lalu, mengaku kecewa dengan program latihan tim yang masih belum jelas.
"Saya diminta latihan bersama setiap Rabu dan Jumat, tetapi setelah datang ke sini ternyata belum jelas programnya. Saya harus ngapain? Beberapa pemain lain juga masih belum kelihatan," keluh Taufik yang akhirnya lebih banyak berlatih bersama pemain ganda.
Taufik yang pernah memperkuat tim Thomas pada 2000 hingga 2008 itu mengaku khawatir kondisi tersebut akan menyebabkan kekompakan tim tidak terbentuk.
Tugas berat
Sementara itu, para pelatih tim putri mengakui bahwa lolos kualifikasi Piala Uber adalah tugas berat.
"Kalau dinilai berat ya... memang begitu. Karena keadaannya terbatas, tinggal bagaimana usaha kita," kata pelatih ganda putri Aryono Miranat.
Ia mengatakan, kondisi pemain saat ini semuanya merata sehingga tidak ada pemain yang benar-benar menjadi andalan penyumbang angka. "Setiap pertandingan yang memberi peluang angka tidak boleh lepas," katanya seraya menambahkan bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi semuanya berat.
Untuk ganda putri yang diperkuat enam pemain, Aryono mengatakan akan mengutamakan pemain berdasarkan peringkat. Dua ganda putri Indonesia dengan peringkat tertinggi adalah Greysia Polii/Nitya Krishinda (saat ini peringkat 9) dan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari (10).
Untuk Liliyana Natsir yang lebih banyak bermain ganda campuran, Aryono mengatakan, masih dicarikan pasangan yang paling cocok. Sedangkan Anneke Feinya Agustine kemungkinan lebih banyak berperan sebagai pemain pengganti kalau-kalau terjadi sesuatu pada salah satu dari lima pemain yang lebih berpengalaman.
Masuknya pemain dari luar Pelatnas, Maria Febe Kusumastuti ke dalam tim diakui pelatih tunggal putri Marleve Mainaky, sebagai menguntungkan tim karena dengan dengan demikian peraih medali perunggu Olimpiade Beijing, Maria Kristin bisa menjadi tunggal ketiga.
"Dengan demikian peluangnya untuk meraih kemenangan menjadi lebih besar," katanya. Selain Maria Kristin dan Maria Febe, tunggal putri akan diperkuat Adrianti Firdasari dan Aprilia Yuswandari.
Kedua pelatih sepakat menjadikan lolos kualifikasi sebagai target di Thailand agar kegagalan pada 2006 saat tim putri untuk pertamakalinya tidak lolos kualifikasi tidak terulang kembali.
Kualifikasi Asia akan meloloskan tiga tim ke putaran final yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada 9-16 Mei, dengan tim keempat akan diadu peringkatnya dengan satu tim dari Eropa untuk menentukan satu tim lainnya yang maju ke putaran final.
"Mudah-mudahan kita bisa lolos kualifikasi, minimal kalau pun harus mengadu ranking dengan satu tim dari Eropa kemungkinan kita unggul," kata Marleve.
Indonesia terakhir kali memenangi Piala Thomas pada 2002 sekaligus mencetak rekor lima kali juara berturut-turut yang hingga kini belum terpecahkan, sedang Piala Uber terakhir kali dimenangkan tim Indonesia pada 1996, setelah itu, China menguasainya sejak 1998 hingga 2008 lalu. (*RHJ)
































