berita2.com Kamis, 09 September 2010

 
You are here: Home Olahraga Bulutangkis
Banner

Bulutangkis

Fransiska Ratnasari Bertekad Pertahankan Gelar

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Surabaya): Juara bertahan tunggal putri Fransiska Ratnasari bertekad mempertahankan gelar juara di turnamen bulutangkis "Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010" di Surabaya pada 27-31 Juli.

Ditemui usai "welcome party" dan pembukaan turnamen di Surabaya, Senin (26/7/2010) malam, mantan pemain Pelatnas itu mengaku tidak melakukan persiapan khusus menghadapi turnamen tahunan ini.

"Persiapan biasa saja dan tidak ada yang khusus. Tapi, persaingan kali ini jauh lebih berat dibanding tahun lalu," kata pebulutangkis klub Djarum Kudus itu.

Sebelum berlaga di Indonesia Challenge, Fransiska sempat berlaga di Malaysia Grand Prix awal Juli lalu, namun kandas di babak pertama.

Dari hasil undian yang dirilis panitia, Fransiska yang menempati unggulan teratas, mendapatkan "bye" di babak pertama dan bertemu pemain nonunggulan asal Prancis Shinta Saiche pada babak kedua.

Pebulutangkis yang akrab disapa Nana ini kemungkinan besar tidak akan menemui kesulitan melaju ke semifinal dan bertemu unggulan enam asal Malaysia, Sannatasah Saniru.

"Tapi, saya tidak ingin meremehkan lawan, kendati secara peringkat posisi saya lebih baik. Semua lawan tetap harus diwaspadai," ujarnya seperti dilansir antaranews.com.

Senada dengan Fransiska, finalis tunggal putra Indonesia Challenge 2009, Fauzi Adnan, juga menargetkan bisa merebut juara di kandang sendiri setelah tahun lalu kalah dari Hayom Rumbaka di partai final.

"Main di kandang sendiri, tentunya saya ingin lolos ke final dan juara. Tapi itu jelas tidak mudah, karena saya lihat kualitas peserta tahun ini lebih baik dari sebelumnya," kata Fauzi yang menjadi unggulan ke-6.

Sementara itu, pelatih Pelatnas Pratama Rony Agustinus mengatakan peluang anak asuhnya untuk merebut gelar juara di turnamen berhadiah total 15.000 dolar AS ini sangat berat.

Selain tidak masuk daftar unggulan, hasil undian juga tidak menguntungkan bagi para pebulu tangkis Pelatnas karena sudah bertemu lawan-lawan berat di babak awal.

"Mereka tidak kami bebani target apa-apa, karena kami tahu persaingan sangat berat. Apalagi, beberapa pemain sudah saling bertemu di babak awal," ujarnya.

Kendati demikian, Rony Agustinus berharap calon-calon pemain masa depan Indonesia itu bisa memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil maksimal.

"Saya kira untuk menembus semifinal sudah hasil yang bagus, kalau melihat hasil undian dan lawan-lawan yang cukup berat," tambah mantan pemain Pelatnas itu.

Turnamen Indonesia Challenge diikuti pebulu tangkis dari 19 negara, termasuk tuan rumah Indonesia dengan total peserta sebanyak 325 orang.

Andalan Indonesia Bertemu Lawan Berat di All England

E-mail Cetak PDF
Semarang,  (berita2.com) : Pebulu tangkis tunggal putra PB Djarum Kudus, Dyonisius Hayom Rumbaka, bakal bertemu lawan berat pada babak pertama turnamen bulu tangkis All England di Birmingham, Inggris, 9-14 Maret 2010.

Asisten Manajer PB Djarum Kudus, Hastomo Arbi ketika dihubungi dari Semarang, Rabu (3/3), mengatakan, pada babak pertama Hayom akan bertemu pemain China, Cheng Yin.

"Cheng Yin adalah pebulu tangkis papan atas di China setelah Lin Dan atau setelah Lin Dan dan Bao Chun Lai. Saya kira Hayom perlu lebih siap menghadapi dia," kata Hastomo yang sudah tiga kali tampil di All England (1981,1982, dan 1984).

Selain Hayom, kata pahlawan Piala Thomas 1984 (mengalahkan Han Jian dari China), pebulu tangkis tunggal putri Djarum Kudus, Mari Febe Kusumastuti juga akan bertemu tunggal putri China. "Saya lupa nama atlet China tersebut," katanya.

PB Djarum Kudus mengirimkan Hayom dan Maria Febe pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu. Mereka berangkat ke Inggris atas biaya dari Djarum Kudus meskipun status mereka adalah atlet pelatnas.

"Pada saat kita daftarkan sebagai peserta, surat penunjukan PB PBSI sebagai atlet pelatnas belum kita terima sehingga saat pendaftaran atas nama Djarum Kudus," kata Ketua PB Djarum Kudus, FX Supandji.

Pemilihan kedua pebulu tangkis tersebut, menurut dia, karena hanya mereka yang layak, sedangkan Adre Kurniawan lebih banyak mengalami kekalahan saat mengikuti berbagai turnamen selama 2009.

Selain itu, kata dia, Hayom dan Febe memang memenuhi syarat dilihat dari rangking dunia (BWF). Sampai Desember 2009, Hayom berada pada peringkat 31, sedangkan Febe di peringkat 30 dunia.

PB Djarum Kudus, kata Supandji, tidak membebani target yang terlalu tinggi kepada mereka. "Mereka yang tahu kualitasnya sendiri sehingga bisa mengukur saya harus sampai pada babak keberapa," katanya. (H015)

(*RHJ)

 

 

Nova-Liliyana Tetap Jadi Andalan di All England

E-mail Cetak PDF

Jakarta (berita2.com): Ganda campuran peringkat dua dunia Nova Widianto/Liliyana Natsir tetap menjadi andalan Pelatnas untuk meraih gelar pada turnamen Super Series All England yang akan berlangsung pekan depan di Birmingham, Inggris.

"Untuk Pelatnas yang paling berpeluang adalah ganda campuran Nova/Liliyana. Bagi yang di luar Pelatnas mungkin Markis Kido/Hendra Setiawan," ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu(03/03).

Namun Lius juga mengakui bahwa mereka tidak bisa sepenuhnya menggantungkan diri pada pasangan yang menjadi unggulan kedua di All England, karena Nova sudah terbilang tidak muda lagi.

Ditanya apakah tampilnya Liliyana sebagai pemain ganda putri di kualifikasi Piala Uber dapat mengganggu persiapannya ke All England, Lius mengatakan, itu dapat menjadi ajang latihan karena bermain pada ganda lebih berat dibanding campuran.

Akan tetapi Liliyana yang ditemui saat berlatih mengaku, kondisi fisiknya agak menurun karena selama bertanding memperkuat tim Uber porsi latihannya tidak seberat saat berlatih di Cipayung.

"Kalau sedang bertanding latihannya memang tidak berat hanya menjaga kondisi saja, jadi fisik saya mungkin agak menurun," ujar Liliyana yang bersama Nova menjadi runner-up All England 2008.

Liliyana menambahkan, keterlibatannya dalam tim Uber juga membuat ia tidak berlatih bersama Nova selama sekitar dua pekan terakhir, tetapi ia memastikan hal itu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kekompakan mereka.

"Saya bermain ganda campuran lebih lama dibanding ganda putri, jadi dengan berlatih beberapa kali saja sudah kembali seperti semula," katanya.

Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky juga menegaskan bahwa teknik permainan Liliyana tidak akan terlalu berubah meskipun dua pekan terakhir ia konsentrasi pada ganda putri karena ia bisa beradaptasi dengan cepat.

"Justru fisiknya yang terpengaruh. Tetapi kalau cuma mengikuti satu turnamen saja tidak jadi masalah. Dia bisa habis-habisan di All England," kata Richard. Usai All England atlet Pelatnas tidak mengikuti Swiss Super Series pada pekan berikutnya.

Olimpiade

Sementara itu, pelatih ganda campuran Richard Mainaky mengatakan, selain bermain bersama Nova pada level Super Series, tahun ini Liliyana akan kembali dicoba berduet dengan Devin Lahardi pada turnamen yang lebih rendah, grand prix gold.

"Saya harap mereka (Devin/Liliyana) bisa berjalan dengan baik, apabila hasilnya lebih baik bersama Nova, mau tidak mau saya persiapkan Nova/Liliyana untuk Olimpiade (2012)," papar Richard.

"Penentuannya 2010 ini, pasangan yang mengalami peningkatan yang akan dipersiapkan ke Olimpiade," tambahnya.

Adapun mengenai pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah yang menjadi wakil ganda campuran dalam turnamen All England ke-100 selain Nova/Liliyana, Richard berharap mereka dapat mengalahkan pemain-pemain unggulan.

"Fran/Pia harus bisa mengalahkan pemain unggulan. Lolos ke babak kedua pun sudah bagus bagi mereka karena pada babak pertama sudah harus bertemu (pemain senior Inggris) Anthony Clark," katanya.

Selain dipersiapkan untuk Olimpiade 2012, pasangan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat tim Asian Games Indonesia di Guangzou, 13-21 November mendatang.(*ek)

Tim Uber Perlu Waspadai Tunggal Pertama Singapura

E-mail Cetak PDF
Semarang (berita2.com): Mantan pebulu tangkis nasional, Ellen Angelina, mengatakan, tim Uber Indonesia perlu mewaspadai tunggal pertama Singapura saat bertemu pada babak kualifikasi Zona Asia di Thailand, 22-28 Febuari 2010.


"Saya lihat tunggal pertama Singapura cukup kuat dan ini akan menjadi tantangan bagi tunggal putri kita, Firdasari. Saya kira peluang Firdasari `fifty-fifty`," katanya ketika dihubungi dari Semarang, Kamis(18/02).

Menurut juara tunggal putri Indonesia Terbuka 2001, peluang Firdasari memang cukup terbuka untuk mengalahkan pebulu tangkis Singapura, tetapi yang jelas jangan sampai tunggal pertama Indonesia itu lengah.

Kalau secara tim, kata Ellen yang kini menjadi pelatih bulu tangkis PB Djarum Kudus (terutama kelompok pemula), tim Uber Indonesia masih unggul dari Singapura. "Kita bisa menang dari mereka dengan angka telak, 5-0. Tetapi kita jangan meremehkan mereka," katanya.

Ketika ditanya saat menghadapi tuan rumah Thailand, dia mengatakan, dirinya berharap pelatih bisa menurunkan kekuatan penuh atau "full team" karena tuan rumah memiliki kekuatan merata di nomor ganda.

"Ganda mereka cukup rapat sehingga perlu kegigihan dari ganda putri kita saat melawan mereka," katanya.

Ia menambahkan, tuan rumah Thailand memang memiliki kekuatan yang menonjol di nomor ganda putri dan Indonesia harus bisa mengamankan nomor tunggal putri.

"Kita harus mengambil kemenangan dari dua nomor tunggal putri baik itu Firdasari, Maria Febe Kusumastuti, atau Maria Kristin ditambah satu dari nomor ganda," katanya menegaskan.

Tim Uber Indonesia terdiri dari Firdasari, Maria Febe, Maria Kristin Julianti, dan Aprilia Yuswandari (tunggal putri), kemudian Lilyana Natsir, Meliana Jauhari, Shendy Puspa, Greysia Polli, Nitya Krishinda, serta Anneke Feinya Agustine.

Tim Uber Indonesia satu grup dengan Korea Selatan, Singapura, Srilanka, dan tuan rumah Thailand. "Saya kira lawan berat datang dari Korea yang memiliki kekuatan merata di semua nomor, tetapi tidak boleh meremehkan tim lain," katanya.

"Saat lawan Thailand dan Korea Selatan, mau tidak mau kita harus turun dengan kekuatan penuh agar peluang melangkah ke babak selanjutnya terbuka lebar," katanya.(*ek)

Tim Thomas Belum Latihan Bersama

E-mail Cetak PDF
Jakarta, (berita2.com) : Kurang dari tiga minggu menjelang digelarnya kualifikasi Piala Thomas dan Uber di Thailand (21-28 Februari), tim Thomas Indonesia masih belum berlatih bersama di Pelatnas Cipayung.

Pada sesi latihan pagi, Rabu, pemain yang tergabung dalam tim Thomas yang tampak berlatih antara lain Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Tommy Sugiarto, Rian Sukmawan, Yonathan Suryatama dan Mohammad Ahsan.

Sedangkan Simon Santoso, Markis Kido/Hendra Setiawan dan Alvent Yulianto belum tampak bergabung di Cipayung.

Menurut pelatih tunggal putra, Agus Dwi Santoso, Simon sedang sakit, sedangkan Alvent masih berada di Jepang dan mengatakan akan bergabung pekan depan.

Adapun Kido mengaku masih menanti keluarnya surat persetujuan pengunduran dirinya bersama pasangannya Hendra Setiawan terlebih dahulu.

"Saya ingin status kami jelas dulu supaya tidak terkatung-katung. Surat pengunduran diri sudah kami ajukan dua bulan lalu dan PBSI sudah sepakat kami diijinkan keluar (dari Pelatnas)," kata Kido yang dihubungi secara terpisah, Rabu (3/2).

Taufik yang mundur dari Pelatnas awal tahun lalu, mengaku kecewa dengan program latihan tim yang masih belum jelas.

"Saya diminta latihan bersama setiap Rabu dan Jumat, tetapi setelah datang ke sini ternyata belum jelas programnya. Saya harus ngapain? Beberapa pemain lain juga masih belum kelihatan," keluh Taufik yang akhirnya lebih banyak berlatih bersama pemain ganda.

Taufik yang pernah memperkuat tim Thomas pada 2000 hingga 2008 itu mengaku khawatir kondisi tersebut akan menyebabkan kekompakan tim tidak terbentuk.

Tugas berat

Sementara itu, para pelatih tim putri mengakui bahwa lolos kualifikasi Piala Uber adalah tugas berat.

"Kalau dinilai berat ya... memang begitu. Karena keadaannya terbatas, tinggal bagaimana usaha kita," kata pelatih ganda putri Aryono Miranat.

Ia mengatakan, kondisi pemain saat ini semuanya merata sehingga tidak ada pemain yang benar-benar menjadi andalan penyumbang angka. "Setiap pertandingan yang memberi peluang angka tidak boleh lepas," katanya seraya menambahkan bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi semuanya berat.

Untuk ganda putri yang diperkuat enam pemain, Aryono mengatakan akan mengutamakan pemain berdasarkan peringkat. Dua ganda putri Indonesia dengan peringkat tertinggi adalah Greysia Polii/Nitya Krishinda (saat ini peringkat 9) dan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari (10).

Untuk Liliyana Natsir yang lebih banyak bermain ganda campuran, Aryono mengatakan, masih dicarikan pasangan yang paling cocok. Sedangkan Anneke Feinya Agustine kemungkinan lebih banyak berperan sebagai pemain pengganti kalau-kalau terjadi sesuatu pada salah satu dari lima pemain yang lebih berpengalaman.

Masuknya pemain dari luar Pelatnas, Maria Febe Kusumastuti ke dalam tim diakui pelatih tunggal putri Marleve Mainaky, sebagai menguntungkan tim karena dengan dengan demikian peraih medali perunggu Olimpiade Beijing, Maria Kristin bisa menjadi tunggal ketiga.

"Dengan demikian peluangnya untuk meraih kemenangan menjadi lebih besar," katanya. Selain Maria Kristin dan Maria Febe, tunggal putri akan diperkuat Adrianti Firdasari dan Aprilia Yuswandari.

Kedua pelatih sepakat menjadikan lolos kualifikasi sebagai target di Thailand agar kegagalan pada 2006 saat tim putri untuk pertamakalinya tidak lolos kualifikasi tidak terulang kembali.

Kualifikasi Asia akan meloloskan tiga tim ke putaran final yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada 9-16 Mei, dengan tim keempat akan diadu peringkatnya dengan satu tim dari Eropa untuk menentukan satu tim lainnya yang maju ke putaran final.

"Mudah-mudahan kita bisa lolos kualifikasi, minimal kalau pun harus mengadu ranking dengan satu tim dari Eropa kemungkinan kita unggul," kata Marleve.

Indonesia terakhir kali memenangi Piala Thomas pada 2002 sekaligus mencetak rekor lima kali juara berturut-turut yang hingga kini belum terpecahkan, sedang Piala Uber terakhir kali dimenangkan tim Indonesia pada 1996, setelah itu, China menguasainya sejak 1998 hingga 2008 lalu. (*RHJ)

 

 

Halaman 1 dari 6

Berita Terkait