Washington, (berita2.com) :New Orleans Hornets mendominasi pertandingan di kuarter keempat untuk mengalahkan Washington Wizards 115-110 dan menang untuk keenam kalinya secara beruntun pada pertandingan NBA, Minggu (Senin 11/1 dinihari WIB).
Hornets memecah kebuntuan 101-101 lewat enam poin berturut-turut di kuarter keempat untuk menjauhkan diri dari Wizards, yang tengah berusaha meraih kemenangan kedua mereka berturut-turut tanpa guard Gilbert Arenas yang tengah terlibat masalah dan menjadi tersangka.
"Kami masih menjadi yang terbaik sebagai suatu tim," ujar forward New Orleans Peja Stojakovic, yang mencetak 20 poin, kepada wartawan. "Malam ini kami sempat unggul 14 angka (di kuarter ketiga) dan kami membiarkan keunggulan itu pergi begitu saja. Kami seharusnya bersikap lebih fokus pada rencana pertandingan kami dan bisa menyelesaikan pertandingan dengan lebih baik."
Rookie Marcus Thornton melesakkan 10 dari 15 angkanya di kuarter keempat yang menentukan bagi New Orleans, yang membuntuti dengan ketat Washington 82-80 setelah tiga kuarter.
Chris Paul memimpin New Orleans dengan 26 poin dan 14 assist sementara Antawn Jaminson mencetak 32 poin bagi Wizards.
Paul memecah kebuntuan skor 101-101 lewat satu `jumper` dan menyarangkan enam poin lagi pada sisa 2:49 menit terakhir.
Arenas mendapat hukuman skorsing yang tidak ditentukan batas waktunya karena membawa sejumlah senjata ke dalam ruang ganti Wizards.
Rekan satu timnya, DeShawn Stevenson, menyatakan dukungannya kepada Arenas dengan menuliskan di plester yang ditempel ke kinya kata-kata "AGENT" dan "ZERO" (nama julukan Arenas), demikian diberitakan Washington Post dan dia tidak bermain.
Guard Randy Foye, yang menggantikan tempat Arenas, membantu Jamison dengan 23 poin, pemain cadangan Nick Young mencetak 20 poin dan center Brendan Haywood menyumbang 14 poin serta 14 rebound.
"Saya tidak dapat mempersalahkan usaha para pemain kami," ujar pelatih Wizards Flip Saunders. "(Tetapi) beberapa `turnover` kami berpengaruh, dan pada dasarnya memberi kemenangan itu."
"Kami melakukan tiga turnover dalam empat kali kesempatan menguasai bola," ujar Saunders said.
"Anda sebenarnya tidak dapat melakukan hal itu saat anda bermain menghadappi satu tim yang diperkuat dengan orang seperti Chris Paul yang bisa mendominasi pertandingan tersebut," katanya. (*RHJ).