"Walaupun jelas bahwa aksi Arenas itu pada akhirnya akan mengakibatkan hukuman skorsing yang berat, dan mungkin terburuk, tingkah lakunya yang terus-menrus tanpa kontrol itu telah membawa saya pada satu kesimpulan bahwa ia saat ini tengah dalam kondisi kurang fit untuk turun ke lapangan dalam satu pertandingan NBA," kata komisaris NBA David Stern dalam suatu pernyataan.
"Oleh karena itu, Saya menskors Arenas tanpa batas waktu yang ditentukan, tanpa bayaran, yang berlaku segera sambil menantikan rampungnya penyelidikan atas insiden tersebut oleh NBA," tambahnya.
Pemain All Star tiga-kali itu menghadap para jaksa federal pada Senin untuk menjelasakn mengapa ia membawa masuk sejumlah senjata ke ruang ganti. Arenas mengatakan, senjata-senjata itu kosong, tidak berpeluru dan ia hingga kini belum menghadapi tuduhan apa pun.
Arenas mengeluarkan suatu pernyataan melakui pengacaranya yang menyatakan bahwa ia dapat memahami hukuman skorsing itu dan meminta maaf kepada Stern secara pribadi.
"Saya merasa sangat buruk karena aksi saya telah menyebabkan NBA menskorsing saya, tetapi saya memahami mengapa liga mengambil tindakan ini," demikian pernyataannya yang dibacakan pengacaranya itu.
"Saya membuat NBA menjadi dipandang negatif dan mengecewakan rekan-rekan satu tim saya dan para penggemar kami. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena melakukan hal tersebut," katanya.
"Sementara saya tidak pernah bermaksud merusak atau menghina NBA atau siapa pun, kepemilikan saya akan senjata-senjata itu di Verizon Center serta maksud saya untuk hanya bercanda, menghasilkan hukuman yang tidak menyenangkan.
"Saya bertanggung jawab sepenuhnya atas semua kelakuan saya."
"Hari ini, saya menemui Komisaris Stern untuk meminta maaf dan saya berharap kami bisa segera membicarakannya. Saya sangat mengharapkan hari dimana saya bisa kembali bermain basket," ujar Arenas dalam pernyataan itu.
"Untuk sementara ini, saya akan fokus pada tanggung jawab saua atas situasi yang serius ini dan saya akan terus bekerjasama sepenuhnya dalam penyelidikaleh pihak berwenang dan NBA," katanya. (*RHJ)


















