Wizards dalam sebuah pernyataan mereka mengatakan bahwa tidak ada amunisi dalam loker tersebut dan baik NBA maupun pengadilan setempat sudah membicarakan masalah tersebut.
"Arenas dan klub sudah bekerja sama dengan pihak penegak hukum mengenai masalah ini dan belum komentar lebih jauh soal ini," demikian disampaikan klub Wizards.
Aturan pad NBA sebenarnya membolehkan pemain memiliki senjata api, tapi melarang mereka untuk membawa senjata tersebut ke fasilitas pertandingan, atau pun bepergian selama perjalanan untuk bertanding.
"Kami sadar tentang masalah ini dan kami sudah saling bekerja sama dengan baik," demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh NBA.
Arena, pemain guard All Star, kepada Washington Post mengatakan bahwa ia memindahkan senjata api tersebut dari rumah setelah kelahiran anak perempuannya Hamiley awal Desember ini. Ini tidak menginginkan senjata api tersebut ada dirumahnya.
"Saya tidak akan membawa senjata itu ke Washington jika saya tahu aturannya," kata Arena seperti yang dikutip the Times.
"Setelah putri saya lahir, saya tidak lagi membutuhkan senjata api itu," katanya.
Arenas mengatakan, sekitar seminggu setelah ia menyimpan senjata api itu dalam lokernya, ia menyerahkannya kepada petugas keamanan agar mereka kemudian memberikannya kepada polisi.
Arenas yang dua minggu akan tepat berusia 28 tahun, pernah tidak diizinkan bertanding pada pertandingan pertama Wizards pada 2004 karena tidak bisa menunjukkan surat-surat kepemilikan senjata api ketka tinggal di Kalifornia.
Akibat operasi lutut, Arenas hanya bisa tampil pada 15 pertandingan selama dua tahun terakhir, tapi ia mampu mencetak angka rata-rata 22,22.
Arenas dikontrak oleh Washington Wizard selama enam tahun dengan nilai 111 juta dolar AS...
(*M "iron" M*)


















