Bandarlampung, (berita2.com): Prosesi "akad nikah di udara" menggunakan bantuan balon, mendapatkan rekor kategori unik dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Sebanyak 10 dari 50 pasangan calon pengantin dari berbagai daerah di Lampung itu, secara bergantian menikah dengan menggunakan bantuan balon udara, di Lapangan Korpri Kompleks Perkantoran Gubernur Lampung, Sabtu (21/11).
Para calon pengantin yang akan menikah itu terlihat cemas saat akan menaiki balon udara tersebut, tetapi setelah turun wajahnya ceria dan senyuman terpancar dari rona muka mereka.
"Awalnya saya takut saat menaiki balon udara karena ada api yang menyembur cukup panas," kata salah seorang peserta nikah massal itu, Zumadi.
Zumadi, warga Bandarlampung, mengaku merasa senang telah melangsungkan prosesi pernikahan di udara.
Menurut dia, prosesi pernikahan dengan menggunakan balon udara di ketinggian 20 meter cukup membuat dirinya takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti jatuh.
Namun setelah akad nikah selesai, katanya, dirinya merasa senang dan bahagia telah melangsungkan pernikahan dengan cara unik itu.
Sementara Brand Manager Rawit Edward Satrio mengatakan, prosesi pernikahan itu memecahkan rekor MURI untuk kategori unik.
Ia menyebutkan, nikah massal tersebut diikuti 50 pasangan dari kalangan yang tidak mampu.
"Tidak semua pasangan calon pengantin menikah di atas, karena faktor keamanan," kata dia.
Menurut dia, tiupan udara di lapangan Korpri cukup kencang sehingga tidak memungkikan semua calon pengantin melangsungkan akad nikah di udara.
Sebelumnya, kata dia, prosesi pernikahan massal tahun lalu juga berlangsung di Lampung, yakni di atas kendaraan trailer.
Salah seorang anggota MURI Ngandri mengatakan, pemberian penghargaan MURI pada pernikahan itu bukan karena banyaknya peserta, tetapi dinilai unik.
Menurut dia, MURI juga sebelumnya memberikan penghargaan kepada calon pengantin yang menikah di atas paralayang dan kendaraan trailer.(*/wan)