berita2.com (Jakarta): Sebanyak 27 Pesawat Boeing 737 seri klasik (737-500,400 dan 300) yang beroperasi di Indonesia dicurigai mengalami keretakan body. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera memeriksa pesawat jenis tersebut yang ada di empat maskapai nasional.
Hal itu dikatakan Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Kemenhub Bambang S Ervan. Ia menjelaskan, empat maskapai yang mengoperasikan pesawat tersebut yakni Garuda Indonesia Tbk (Garuda), Batavia, Sriwijaya dan Travera.
“Kita tidak ingin apa yang dialami penerbangan Southwest di Amerika Serikat terjadi di Indonesia,” jelas Bambang.
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, pihak otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA) telah mengeluarkan surat resmi, agar seluruh pesawat itu diperiksa total dan tidak boleh dioperasikan. Peswat klsik itu diketahui mengalami keretakan pada bagian atap pesawat, yang sangat membahayakan penerbangan.
Menurut Bambang, surat Dirjen Perhubungan Udara yang dilayangkan kepada empat maskpai itu, sifatnya pencegahan dan bukan karena ada masalah di tanah air.“Pengcekan itu perlu dlakukan bukan karena ada masalah,” kata Bambang.
Pengecekan pesawat tersebut dilakukan menggunakan alat sensor. Karena bila melihat langsung, bisa jadi kalau ada kerusakan kecil tidak bisa terlihat. Mewaspadai terhadp berbagi potensi yang dicurigai mengganggu keselamatan penerbangan wajib dilakukan.
Jenderal Indonesia National Air Cariers Association (INACA) Tengku Burhanudin mengatakan, keretakan body pesawat Boeing seri klasik seperti dialami maskapai penerbangan Southwest di Amerika tersebut wajib diwaspadai. Regulator harus memerintahkan semua mskapai yang mnopersikan pesawat jenis itu melakukan pemeriksaan.
Dikatakan, soal keselamatan penerbangan adalah hal utama yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Karena bisa saja maskapai penerbangannya tidak tahu kalau ada keretakan, sehingga regulator wajib mengingatkan.