berita2.com (Jakarta): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan para menteri terkait untuk menindaklanjuti perkembangan rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda sehingga ada peningkatan.
"Untuk hal ini, Presiden juga akan mengeluarkan Peraturan Presiden Khusus (Perpressus)," kata Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam keterangan persnya usai diterima Presiden di Kantor Presiden, Rabu 23 Maret 2011 siang.
Menurut Atut, apabila Perpressus nanti telah ditandatangani, Pemda Banten akan melakukan joint venture untuk percepatan pembangunan Jembatan Selat Sunda ini. "Apabila telah terbangun, maka akses ekonomi Sumatera dan Jawa akan semakin meningkat," paparnya.
Presiden juga menyambut baik rencana pembangunan kilang minyak di Banten, di mana Indonesia akan bekerjasama dengan Iran. "Presiden mengimbau bagaimana kilang minyak ini dapat dibangun di Indonesia, khususnya di Banten," Atut menjelaskan.
Selain pembangunan kilang minyak, Banten yang telah ditetapkan sebagai daerah investasi pengembangan kawasan, juga akan membangun pelabuhan laut internasional Bojonegara guna pelayanan peti kemas. "Presiden mengatakan Bojonegara akan diarahkan menjadi pelabuhan liquid untuk memenuhi kebutuhan Indonesia," ujar Gubernur Banten ini. Dalam pertemuan tadi, lanjut Atut, juga dipaparkan tentang rencana kerjasama Krakatau Steel Posko yang akan berpusat di Cilegon.
Rencana pembangunan strategis lain yang turut dibahas adalah pembangunan waduk Karian, bendungan yang akan memberikan kebutuhan air baku untuk sekitar 10 juta lebih rakyat Banten dan kebutuhan industri. "219 juta meter kubik air akan diolah dari air baku menjadi air bersih untuk masyarakat Banten dan Jakarta, serta untuk pengairan dan industri," Atut menjelaskan. Penyaluran air dari Waduk Karian yang berlokasi di Rangkas Bitung ini menuju DKI Jakarta akan melalui Tangerang.
Selain itu, juga dibahas mengenai upaya peningkatan pelayanan di Pelabuhan Merak di mana beberapa waktu lalu sempat terjadi kemacetan karena sarana dan prasarana kapal yang belum terpenuhi. "Revitalisasi sarana dermaga-dermaga yang ada di Merak sangat dibutuhkan," tambahnya. Dana untuk revitalisasi Pelabuhan Merak ini diambil dari APBN.
Ratu Atut juga menegaskan, Banten adalah provinsi yang aman untuk akses investasi. "Kondisi Banten setelah peristiwa Cikeusik sudah dalam kondisi normal. Semoga tidak terulang kembali," ia menandaskan.