berita2.com (Palangkaraya, Kalteng): Proyek percontohan untuk program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+) atau pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan di Kalteng semakin dimatangkan, termasuk rencana pelatihan bagi para pengelola yang mendapat bantuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Mei 2011 mendatang, sudah ada schedule (jadwal) perencanaan yang akan menjalankan sarana dan prasarana. Juga akan ada tempat pelatihan yang akan dibantu pihak PBB,” kata Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang
lanjutnya, program pelatihan ini terkait pemahaman dan rencana pelaksanaan serta implementasi program REDD Plus di Kalteng, sehingga dalam pelaksanaan di lapangan bisa memahami kondisi REDD Plus.
Untuk mengikuti pelatihan tersebut, lanjut Teras, dia mengharapkan ada perwakilan dari Kalteng yang bisa mengikuti. Bahkan dia berharap agar dari kalangan wartawan juga bisa diikutsertakan, sebab ini penting untuk meningkatkan pemahaman dan pengertian mengenai REDD Plus itu sendiri.
menurut Teras, secara prinsip masih belum ditentukan pasti, namun dia berharap lokasi program ini tersebar di 14 kabupaten/kota se-Kalteng.
Program ini dinilai Teras bukan hanya menyangkut persoalan hutan dan lahan gambut, tapi juga terkait dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk itu, program ini diharapkan sebagai sarana untuk semakin memperkuat pola koordinasi antara kabupaten/kota dan Pemprov Kalteng.
Terkait perlunya Keputusan Presiden (Keppres), diakuinya, Satgas REDD Plus sudah mempersiapkannya. “Kita tinggal menunggu putusan resmi dari Presiden dan ini sangat positif karena beliau setuju,” katanya.
Teras juga menyampaikan, hingga saat ini segala hal yang telah direncanakan bisa berjalan dengan baik, termasuk yang dilakukan Satgas secara rutin selalu berkoordinasi dengan provinsi. “Kita berharap program ini bisa berjalan dengan sukses, sebab ini menyangkut Kalteng di mata dunia,” kata Teras. (koko)