berita2.com (Mataram, NTB): Tokoh agama Lombok Barat bersama unsur Pemerintah Daerah dan kepolisian akan menggelar pertemuan kembali dalam rangka penyelesaian persoalan ratusan Jamaah Ahmadiyah yang kini tinggal di asrama pengungsian, Transito Mataram. Pertemuan juga dilakukan untuk mengantisipasi agar kejadian di Pandeglang Banten tidak meluas ke Lombok.
“Salah satu pembahasan yakni soal pembelian asset-aset Ahmadiyah yang telah lama ditinggalkan. Pertemuan akan dilakukan dua tiga hari mendatang,” ungap anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Barat, MS Udin, kepada wartawan, Selasa 8 Februari 2011.
Pasca pengusiran tahun 2006 silam, Jamaah Ahmadiyah meninggalkan asset berupa tanah dan bangunan di Dusun Ketapang Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Pemerintah Daerah berencana membeli asset-aset tersebut sambil memikirkan lokasi perkampungan yang baru bagi Jamaah Ahmadiyah. Pembelian aset hingga kini masih terkendala soal harga yang oleh jamaah Ahmadiyah dianggap murah. Ahmadiyah juga mengaku tidak pernah diundang untuk membicarakan pembelian aset.
“Cuma kita tidak akan undang pihak Ahmadiyah. Kita bersama Kejari, Pemerintah Daerah dan aparat dulu,” ungkap MS Udin yang juga selaku Asisten I Pemkab Lombok Barat itu.
Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua pasca pengusiran jilid dua pada November 2010 lalu. Selain soal aset, akan dibahas pula soal peningkatan kewaspadaan menyusul terjadinya aksi kekerasan di Pandeglang.(RAI)