berita2.com (Kupang, NTT): Dua pekerja yang pemasang baliho selamat datang kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ny Ani Yudhoyono di Jalan El Tari II, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 2 Februari 2011 sekitar pukul 10.30 WITA menjadi korban saat memasang baliho tersebut.
Dua korban tersebut tersengat aliran listrik saat memasang baliho selamat datang kepada Presiden dan ibu yang dipasang oleh Panitia Hari Pers Nasional (HPN). Dua korban itu yakni Kosmas Kolo dan Thomas Suban Hoda.
Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kupang karena mengalami luka-luka yang cukup serius di bagian tangan dan kepala. Bahkan, Thomas harus mendapat jahitan di bagian kepala, karena terjatuh dari atas baliho tersebut.
Mas Awi, salah seorang pekerja kepada wartawan mengaku, mereka sedang memasang baliho yang tingginya sekitar dua meter. Karena terlalu tinggi, bagian atas baliho tepat berada di kabel bertegangan tinggi yang melintas di jalan tersebut.
Ketika hendak mengikat tali bagian atas, kedua korban kaget, karena kabel tersebut ternyata berstrom. Akibatnya keduanya terjatuh dan mengalami luka-luka. "Saya menyelamatkan diri dengan melompat melalui tali pengengkang baliho," katanya.
Sementara itu, Supervisor Distribusi PLN cabang Kupang, Ketut Rupaka mengatakan, setelah mendapat informasi bahwa ada korban yang kestrum saat memasang baliho, pihaknya langsung mematikan aliran listrik di daerah itu. "Kita langsung padamkan listrik, setelah mendapat laporan, katanya.
Wakil Ketua Panitia Daerah HPN 2011, Bernadus Tokan mengaku belum mendapat informasi terkait kecelakaan yang menimpa dua pekerja tersebut. "Saya harus koordinasi dulu, baliho dari mana panitia atau instansi mana yang memasangnya. Karena saya belum tahu," katanya.
Untuk diketahui, Presiden SBY bersama Ibu Ani akan berkunjung ke Kupang, NTT pada tanggal 8 Febrauri mendatang, guna menghadiri HPN, dan mengunjungi prajurit di perbatasan Indonesia- Timor Leste.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya