berita2.com (Kupang, NTT): Ruas jalan yang menghubungkan Nusa Tenggara Timur (NTT) denganTimor Leste, putus di Kampung Bere Muti, Desa Nanaet, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, NTT, akibat longsor.
Ruas jalan itu terputus sejak awal pekan ini, namun belum dapat diperbaiki akibat hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut sampai Jumat (2 Januari 2011.
Wakil Bupati Belu, Ludowikus Taolin, yang dihubungi Sabtu 22 Januari 2011 mengatakan, kendaraan dari Timor Leste maupun dari Kupang dan Belu yang ingin menyeberang garis perbatasan tertahan menjelang lokasi longsor.
Di antara kendaraan tersebut, kata Taolin, terdapat mobil pengangkut bahan kebutuhan pokok, dan angkutan penumpang. Panjang jalan yang longsor sekitar 10 meter dengan kedalaman satu meter.
“Longsor juga mengakibatkan tiga desa di sepajang garis perbatasan terisolasi yakni Desa Nananoe, Fahoeka, dan sebagain wilayah Desa Nanaet,” jelasnya .
Taolin mengatakan, warga mulai membuka jalan alternatif untuk melewati lokasi longsor. Karena itu, pada Jumat pagi kendaraan roda dua sudah bisa melintas. Namun, kendaraan roda empat masih tertahan di kedua ujung lokasi longsor.
Dia menambahkan, dirinya juga telah mengunjungi lokasi itu dan mengatakan segera mengerahkan peralatan berat untuk memperbaiki badan jalan yang terkena longsor. Tetapi, menurutnya, perbaikan jalan membutuhkan waktu lama karena kondisi tanah di wilayah itu sangat labil.
“Pemkab Belu, melalui Dinas Pekerjaan Umum, tetap berupaya, ruas jalan yang putus itu dikerjakan secepatnya demi memperlancar arus transportasi antara NTT – Timor L:este. Namun, untuk sementara, telah dibuka jalan alternatif,” katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya