berita2.com (Jakarta): Beban pekerjaan rumah Kementrian Perumahan Rakyat semakin berat tahun depan. Pasalnya, backlog perumahan diperkirkan bertambah menjadi 8,7 juta. Bahkan backlog perumahan akan semakin bertambah besar sampai tahun 2015 yang diprediksi bisa mencapai 11 juta unit rumah.
Mengatasi permasalahan diatas, pihak Kemenpera menyiapkan anggaran sebesar Rp 7,027 triliun. Penjabarannya, anggaran yang dialokasikan pada 2011 sebanyak Rp 2,759 triliun ditambah dana subsidi sebesar Rp 4,268 triliun.
Menurut Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa, pada 2010 dana yang sudah teralokasi mencapai Rp 964,5 miliar, ditambah subsidi sebesar Rp 3,099 triliun. “Kemampuan penyerapan alokasi dana sangat menggembirakan, termasuk bantuan subsidi perumahan bagi 1,35 juta unit,” katanya.
Alokasi dana itu, tambahnya, untuk memenuhi target sampai dengan tahun 2014. Di antaranya, rumah susun sejahtera sewa sebanyak 380 twin block, fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan swadaya 50 ribu unit, fasilitasi dan stimulasi peningkatan kualitas swadaya 50 ribu unit, peningkatan fasilitas lingkungan kumuh 655 hektar
Realisasi anggaran pagu untuk 96.979 unit, dimana 70.844 unit lanjutan subsidi dan 18. 935 untuk kebijakan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Sedangkan untuk pasokan rumah, Suharso mengaku kekurangan pasokan rumah/ backlog mencapai 8,7 juta pada 2010.
Pencapaian lainnya seperti pembangunan rumah susun sejahtera sewa sebanyak 49 unit, fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan swadaya 2 ribu unit.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya