berita2.com (Kupang): Sultan Palembang, Iskandar Mahmud Badaruddin tertarik obyek wisata pemburuan ikan paus di Lamalera, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keraton Kesultanan Palembang Darussalam berkeinginan mengundang kelompok pemburu ikan paus mengikuti festival keraton Palembang yang diperkirakan diikuti 155 peserta.
"Saya melihat perburuan ikan paus di Lamalera itu ada persaudaraan. Kami dari keraton berniat mengadakan simposium bangsa dan pemburu ikan paus perlu diundang. Di sini kami melihat ada jati diri bangsa sehingga perlu ditumbuhkembangkan," kata Sultan Iskandar, di Kupang, Selasa 21 Desember 2010.
Sultan Iskandar yang menghadiri upacara HUT ke-52 NTT, menyarankan masyarakat daerah ini melestarikan potensi budaya, potensi wisata dan potensi pariwisata sebagai jati diri bangsa. Dirinya siap mengawal semua potensi itu sehingga kekayaan bangsa tidak punah.
"Serahkan tanah dan air kepada sultan untuk mengawal potensi itu sehingga tidak punah. Kita perlu merajut kembali budaya nusantara yang pernah mencapai puncak kejayaan. Saya imbau warga NTT terutama pemuda agar menghindari anarkisme yang mengancam kesatuan NKRI," kata Sultan Iskandar.
Wakil Gubernur NTT, Esthon L. Foenay yang mendampingi Sultan Iskandar menyambut gembira niat baik tamu dari Palembang mengundang pemburu ikan paus Lembata mengikuti festival di kesultanan. Wagub mengharapkan kehadiran sultan dapat merajut kerja sama antara kesultanan Palembang dengan pemerintah dan masyarakat NTT.
“Ini adalah momentum yang sangat baik bagi masyarakat Lamalera, memperkenalkan tradisi mereka kepada dunia luar, meski selama ini tradisi tersebut sudah dikenal melalui media massa,” kata Esthon.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya