berita2.com (Jakarta): Pemerintah Australia dan Republik Indonesia telah memperkukuh kembali komitmen untuk bekerja sama secara erat untuk membuat udara dan laut di kawasan kita lebih aman.
Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia Anthony Albanese dan Menteri Perhubungan RI, Freddy Numberi, pada Rabu 15 Desember 2010 melakukan penandatanganan Surat Kesepakatan Kerja Sama di Bidang Transportasi yang telah berlangsung sejak 1995.
Sebagai konsekuensi Paket Bantuan Keselamatan Transportasi Indonesia (ITSAP) dari Pemerintah Australia akan dilanjutkan hingga empat tahun ke depan, dan memberikan tambahan dana sebesar A$14,5 juta untuk melatih inspektur keselamatan transportasi dan penyelidik kecelakaan maupun untuk melakukan latihan SAR bersama.
Investasi ini kesemuanya tentang penguatan hubungan dengan salah satu tetangga Australia yang paling penting, dan memberi kepastikan kepada masyarakat yang mengadakan perjalanan dari kedua negara bahwa pemerintah mereka menganggap keselamatan sebagai prioritas nomor satu.
Kedua negara bertekad untuk mengambil tindakan atas pelajaran-pelajaran dari kecelakaan di masa yang lalu.
"Departemen saya mengelola dana ini dalam kerja sama dengan Otorita Keselamatan Penerbangan Sipil (CASA), Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB), Otorita Keselamatan Maritim Australia (AMSA) dan Airservices Australia, " kata Albanese.
Dana baru tersebut berlandaskan pada bantuan senilai A$24 juta yang telah diberikan pada 2007, sebuah dana untuk membiayai pelatihan lebih dari 700 pegawai pemerintah dan industri Indonesia dalam berbagai bidang termasuk penyelidikan keselamatan, kendali pelabuhan, sistem maritim, navigasi udara, dan SAR·
Memberi izin kepada tiga penyelidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk menyelesaikan diploma Penyelidikan Keselamatan Transportasi ATSB.
Mendanai tiga latihan SAR bersama Australia-Indonesia yang melibatkan AMSA dan BASARNAS RI·
Memberi kesempatan kepada Airservices Australia untuk bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara RI untuk memperbaiki sistem manajemen lalu lintas udara mereka dan transisi ke penyelenggara layanan navigasi udara tunggal.
Menghasilkan CASA memberi pelatihan dan bantuan teknis kepada rekan Indonesia mereka dalam sistem manajemen keselamatan dan audit kelaikan udara.
Setiap tahun lebih dari 1,3 juta orang melakukan perjalanan antar dua negara kita, ditambah dengan berjuta-juta orang lainnya menggunakan berbagai moda transportasi untuk melakukan perjalanan di kepulauan Indonesia yang luas ini.
Upaya bersama kita adalah untuk memastikan mereka semua tiba di tempat tujuan mereka dengan selamat.