berita2.com (Jakarta): "Kirain pedato pengumuman perang. Payah!" kata seorang anggota masyarakat yang menyaksikan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di salah satu saluran televisi di sebuah warteg di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Sementara masyarakat lainnya mengatakan, "Semoga jangan perang," tulis salah seorang dalam komentar di sebuah forum Kaskus, mengomentari treat berjudul 'Perang atau Tidak, Tunggu Pengumuman SBY Rabu Malam'
Itu adalah salah satu sikap masyarakat ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menepati janjinya. Dia menyampaikan sikap terkait hubungan Indonesia dan Malaysia belakangan ini. "Kami semua sangat prihatin," kata Presiden SBY di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (1/9/2010).
Menurut SBY, hubungan RI-Malaysia sebenarnya sangat erat. Namun, peristiwa tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 13 Agustus silam, benar-benar menjadi ujian bagi dua negara. "Ini menjadi perhatian serius di Indonesia," ujar Presiden.
Presiden SBY mengaku sudah menerima laporan penangkapan tiga petugas KKP pada 14 Agustus 2010. Saat itu, Presiden langsung menginstruksikan agar ketiga petugas dikembalikan dengan selamat. "Kami juga meminta kasus tersebut diusut tuntas," lanjut SBY.
Sejak saat itu, kata Presiden, pemerintah sudah bertindak dan sistem pun sudah bekerja. Dia berharap, masalah ini diselesaikan dengan tepat, tegas, dan cepat karena menyangkut kepentingan nasional. "Memelihara hubungan dengan Malaysia sangat penting. Tapi kita tidak bisa mengabaikan kedaulatan," ujar SBY.
Oleh karena itu, SBY berharap persoalan batas wilayah segera diselesaikan, baik darat maupun laut. Dengan demikian kasus serupa tak terulang di masa akan datang.