berita2.com (Jakarta): "Kita ingin kedaulatan kita tegak untuk wilayah kita, dari Sabang sampai Merauke. Dari pulau Miangas sampai Pulau Rote. Kalau ada negara yang ganggu kedaulatan, harus kita usir," kata Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Ia mengatakan hal itu di tengah insiden yang mengusik hubungan Indonesia dan Malaysia, Presiden SBY menegaskan kepada masyarakat untuk menjaga keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan itu disampaikan SBY dalam acara silaturahmi bersama Paskibraka, Taruna Akademi TNI/Polri, Paduan Suara Gita Bahana Nusantara dan Para Teladan Nasional di Hall D2 JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (18/8/2010).
Selain itu, dalam sambutannya, SBY juga berpesan agar mempertahankan kedaulatan negara."Kalau ada yang ingin memisahkan diri dari keluarga besarnya harus kita cegah dengan cara-cara yang baik. NKRI harus tetap tegak , utuh dan berdiri," lanjutnya.
Presiden juga berharap, keragaman budaya, agama dan bahasa yang menjadi ciri khas negara menjadi penyatu, tidak menjadikannya sebagai perpecahan.
"Saya harap kita saling menyayangi, rukun dan saling bersatu, jangan membeda-bedakan antara kita karena perbedaan agama, etnis, suku berbeda. Bangsa kita adalah satu. Kalau ada yang ikut dalam organisasi politik jangan pula berbeda. Kita berhadapan dan bermusuhan, kita harus tetap bersatu," pesannya panjang lebar.
Acara silaturahmi SBY ini berlangsung sejak pukul 20.00 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan tamu undangan termasuk Mendagri Gamawan Fauzi, Menbudpar Jero Wacik, Mensesneg Hatta Radjasa, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.


















