berita2.com (Jakarta): Isyu PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) menggali uranium di Sumbawa sudah terjadi sejak tahun 2003, tetapi tidak satu pun pihak yang mau perduli, karena perusahaan tersebut terlalu kuat
Informasi yang diperoleh berita2.com pada Senin (26/7/2020) menyebutkan, berbagai elemen masyarakat NTB pada tahun 2003 dan 2004 sudah berteriak bahwa PT NNT juga menghasilkan uranium, selain menghasilkan tembaga, emas dan perak.
Tetapi teriakan mereka tidak diperdulikan oleh DPRD dan Pemda setempat karena perusahaan tersebut terlalu kuat dan membuat kalangan dewan dan Pemda benar-benar tidak berdaya. Isyu tersebut akhirnya hilang begitu saja tanpa ada penjelasan apapun.
"Kali ini sepertinya akan ditangani dengan serius, apalagi sudah ada anggota DPR yang angkat bicara," kata sebuah sumber. Disebukan, informasi tentang uranium di Newmont jauh lama dibandingkan dengan isyu uranium di Freeport yang diungkapkan anggota DPRD Papua.
Seperti diketahui PT NNT dicurigai menambang uranium di kawasan tambangnya di Benete, Sumbawa Barat. Kecurigaan itu muncul setelah anggota DPRD Papua menginformasikan bahwa Freeport melakukan penambangan uranium. Newmont dan Freeport menggali bahan tambang yang sama yaitu emas. Maka timbul kecurigaan bahwa apa yang digali di Freeport juga digali di Newmont.
Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi VII DPR RI Zulkieflimansyah akan menanyakan ke Batan (Batan Tenaga Atom Nasional) dan Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) tentang kebenaran ada atau tidaknya uranium di batu hijau, lokasi tambang Newmont Nusa Tenggara (NNT).
"Saya akan tanyakan ke Batan dan Bapeten," katanya menjawab berita2.com di Jakarta, Minggu (25/7/2010). Hal itu sebagai bentuk upaya proaktif dirinya sebagai anggota dewan dan juga bentuk kepeduliannya sebagai masyarakat asal Sumbawa.


















