berita2.com (Jakarta): Dalam acara live chat Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan dengan pembaca detik.com yang berlangsung di kantor redaksi detik.com, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta, pada Jumat (23/7/2010), seorang chatter bertanya tentang uranium di Newmont Nusa Tenggara (NNT) Sumbawa, yang diolah di dalam kapal milik asing di perairan daerah itu.
Inilah dialog di dunia maya tersebut:
Chatter: "Mengapa PLN tidak mengembangkan Pembakit Listrik tenaga Nuklir, padahal Indonesia penghasil Uranium terbanyak juga. (di Penambangan Emas Newmont di SUmbawa itu ternyata banyak uraniumnya, dan uraniumnya dibawa semua sama amerika.. diolah langsung di Kapal mereka)... dan pasti banyak lagi sumber2 uranium kita."
Dahlan Iskan menjawab, "Soal nuklir sebenarnya saya setuju, tapi itu kan urusan pemerintah. hanya saja semua orang tahu bahwa listrik dari nuklir itu tidak murah. Harga listrik dari nukloir itu kira2 Rp 2.500/kWh. dengan demikian kalau listrik di indonesia diganti nuklir maka TDL akan naik empat kali. Tapi mengapa di barat menggunakan nuklir? Karena di sana tidak punya batubara sebanyak kita (di samping batubara itu menganggu lingkungan). Kelak, kalau batubara kita habis mau-tidak mau, ada yang demo atau tidak, ada yang keberatan atau tidak, kita pasti menggunakan nuklir. Tapi iya ya, mengapa tidak sekarang saja? Agar batubara bisa dihemat?"
Seperti diketahui NNT dicurigai menambang uranium di kawasan tambangnya di Benete, Sumbawa Barat. Kecurigaan itu muncul setelah anggota DPRD Papua menginformasikan bahwa Freeport melakukan penambangan uranium. Newmont dan Freeport menggali bahan tambang yang sama yaitu emas. Maka timbul kecurigaan bahwa apa yang digali di Freeport juga digali di Newmont.
Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi VII DPR RI Zulkieflimansyah akan menanyakan ke Batan (Batan Tenaga Atom Nasional) dan Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) tentang kebenaran ada atau tidaknya uranium di batu hijau, lokasi tambang Newmont Nusa Tenggara (NNT).
"Saya akan tanyakan ke Batan dan Bapeten," katanya menjawab berita2.com di Jakarta, Minggu (25/7/2010). Hal itu sebagai bentuk upaya proaktif dirinya sebagai anggota dewan dan juga bentuk kepeduliannya sebagai masyarakat asal Sumbawa.