berita2.com (Jakarta): Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bakal memanggil Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua (DPRD Papua) terkait dengan kabar PT Freeport yang dikabarkan menambang uranium. Terkait dengan hal itu, DPR juga harus memanggil pihak terkait di Nusa Tenggara Barat (NTB), soal kemungkinan Newmont Nusa Tenggaara (NNT) juga menggali uranium.
Seperti diketahui, DPR berniat memanggil DPRD Papua terkait isu penggalian uranium yang dilakukan oleh Freeport. "Kita masih mau dengar dari DPRD Papua. Karena mereka yang melaporkan, kalau nanti DPRD-nya mempunyai bukti yang indikasinya kuat, maka harus didengar oleh pemerintah pusat," kata Anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar Satya W Yudha saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/7/2010).
Sebelumnya, Ketua Fraksi Pikiran Rakyat DPRD Papua Yan Permenas Mandenas menduga jika Freeport melakukan eksploitasi bahan baku uranium secara diam-diam sejak delapan bulan silam. Informasi ini menurutnya, didapatkan dari sejumlah masyarakat dan karyawan Freeport di Timika.
Satya juga mengatakan jika pihaknya masih akan melihat progress masalah ini ke depannya. "Pertambangan uranium berbeda dengan migas, di migas ada pengawas sendiri yang namanya BM Migas. Kalau penambangan umum kita tidak punya lembaga khusus yang mengontrol penambangan umum tersebut. Kita ingin ingin lihat perkembangannya nanti," ungkap dia.
Untuk itu, dia menjelaskan jika memang dibutuhkan tim investigasi untuk membuktikan hal ini benar atau tidak. Dia juga mengaku pihaknya belum berpikir untuk mencabut izin operasi pertambangan Freeport.
"Kita tidak lihat sampai sejauh itu, kita masih ingin tahu seberapa jauh indikasinya mereka melakukan penambangan itu, itu butuh tim khusus untuk menginvestigasi untuk membuktikan apa benar mereka menambang uranium," tegas Satya.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa membantah keras adanya kabar yang menyebutkan terjadinya pencurian uranium di lokasi pertambangan Papua oleh PT Freeport Indonesia dan pertambangan ilegal.
"Tidak ada pencurian uranium itu. Saya tidak tahu berita itu. Di Indonesia ada uranium itu betul. Kalau ada pencurian uranium itu tidak mungkin," ujarnya akhir pekan lalu.
Namun, jika ternyata ada pencurian uranium oleh siapapun maka pemerintah Indonesia tidak akan tinggal diam. "Indonesia memang kaya radioaktif, kalau ada pencurian, pemerintah tidak akan diam saja," tandasnya
PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) juga patut diduga menggali bahan baku uranium di lokasi tambangnya di batu hijau, Benete, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara barat. Mengapa?
Kandungan mineral yang ada di perut bumi di Benete juga serupa dengan kandungan meneral yang ada di dalam bumi di lokasi tambang Freeport. Dengan demikian, pemerintah juga harus melakukan penelitian ke NNT bila memutuskan melalukan penelitian tentang kebenaran Freeport menggali bahan baku uranium di Papua.