Jakarta, Jumat (berita2.com) - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR, Mahfudz Siddiq, mengatakan, sebaiknya Menteri Keuangan Sri Mulyani menugaskan wakilnya untuk menghadiri rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2010 di DPR.
"Kendala psikologis dan politis pasti mempengaruhi, jadi sebaiknya Sri Mulyani digantikan wakilnya dari Kementerian keuangan, seperti Wakil atau Sekjennya," tutur Mahfudz di Jakarta, Jumat.
Manurut Mahfudz, pemerintah sebaiknya mengirimkan wakil Sri Mulyani untuk menghindari ketegangan di DPR.
Mahfudz menilai, kendala psikologi dan politis yang dialami Sri Mulyani tidak dapat dihindari dan hal tersebut akan mempengaruhi keberadaannya di DPR.
Namun, hingga saat ini PKS belum menyatakan sikap atas pemboikotan terhadap Sri Mulyani dalam berbagai rapat yang dihadiri Sri Mulyani di DPR.
"PKS tidak memiliki urgensi untuk memboikot Sri Mulyani dalam rapat-rapat dengan berbagai komisi yang terkait dengan masalah keuangan," ujar Mahfudz.
Mahfudz mengatakan, wacana pemboikotan Sri Mulyani dalam rapat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2010 di DPR baru merupakan penyataan beberapa orang dan bukan sikap tegas yang sudah dipastikan.
"Ini kan baru penyataan beberapa orang. Soal apakah benar-benar akan diboikot itu kan baru terlihat ketika di lapangan nanti," ujar Mahfudz.
Mahfudz menilai secara konstitusi Sri Mulyani memiliki hubungan dengan DPR yang harus tetap dijalankan dengan baik demi kepentingan negara.
Akan tetapi, Mahfudz menilai jika pemboikotan terhadap SriMulyani benar-benar dilakukan, hal tersebut tidak akan berpengaruh banyak pada APBNP 2010.
"APBNP inikan hanya skema akal-akalan untuk memaksimalkan dana bagi yang tidak kebagian dalam RAPBN," ujar Mahfudz.
































