Semarang, (berita2.com) - Rencana mundurnya Amien Rais dari Partai Amanat Nasional (PAN) akan menyebabkan partai tersebut mengalami kesuraman, karena kehilangan simbol partai.
"Problem bagi semua partai politik di seluruh Asia, yakni terlalu mengandalkan ketokohan. Partai besar karena punya tokoh besar. Karena itu, jika mundur sudah dapat dibaca PAN akan kehilangan masa pendukung kelompok Muhammadiyah," kata pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Susilo Utomo, di Semarang, Rabu.
Susilo mengatakan bahwa dukungan Muhammadiyah akan berkurang terhadap PAN juga merupakan resiko pilihan politik, dari partai reformis menjadi partai pendukung pemerintah.
"Menjadi resiko pilihan politik, PAN yang sebelumnya sebagai partai reformis dan kritis, tiba-tiba berbalik arah," katanya.
Menurut Susilo, dengan rencana keluarnya Amien Rais dari PAN mengarah kepada meredupnya pengaruh Amien terhadap PAN.
"Dalam logo PAN, matahari dengan latar belakang biru dan matahari sebagai Amien Rais, tampaknya sudah mulai redup dan terkalahkan dengan birunya Hatta Radjasa," katanya.
Susilo mengatakan bahwa pengaruh Amien Rais untuk mempengaruhi anggota DPR terkalahkan oleh Hatta yang mampu membuat seluruh wakil rakyat dari PAN solid dalam memutuskan masalah "bailout" (dana talangan) untuk Bank Century.
Dalam kesempatan terpisah, kader PAN dari Kota Semarang, Djunaedi mengatakan bahwa rencana kembalinya Amien Rais ke Muhammadiyah merupakan hal yang wajar dilakukan.
"Pak Amien kembali ke habitatnya, sah-sah saja. Tidak ada masalah. Partai tidak mengkultuskan Pak Amien dan sudah ada kader yang disiapkan," katanya.
Djunaedi yakin, sepeninggal Amien Rais mendatang, partainya tidak akan oleng dan dapat berjalan sesuai prosedur partai.































