Jakarta, (berita2.com): Wakil Presiden Boediono menegaskan, dirinya tidak mau lari tanggung jawab meskipun ada sebagian pihak yang menyarankan agar dirinya mundur dari jabatannya.
"Kalau tuntutan agar saya mundur dipenuhi, maka saya akan tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang lari dari tanggung jawab" kata Wapres Boediono dalam keterangan pers di Istana Wapres Jakarta, Jumat.
Hal tersebut dikemukakan untuk menanggapi hasil akhir Pansus DPR Bank Century. Acara juga dihadiri oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa serta Menkeu Sri Mulyani.
Menurut Wapres, dirinya sadar bahwa jabatan yang diemban merupakan jabatan politis sehingga dirinya harus siap setiap saat menghadapi tantangan politik.
Dikataka pula bahwa apabila dirinya mengundurkan diri dari jabatan maka akan melecehkan kepercayaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sehingga dirinya tidak ingin meninggalkan SBY .
"Namun demikian penegasan itu semua tidak dimaksudkan untuk menyatakan bahwa saya sebagai Wapres tidak dapat diberhentikan di tengah jalan" katanya.
Namun, kata Boediono, bila mayoritas wakil rakyat di MPR menghendaki dan bila semua ketentuan UUD 45 dan peraturan perundangan lainnya terpenuhi, maka apa pun keputusan akhir MPR akan dipatuhi.
"Marilah kita jaga agar demokrasi kita berkembang dengan maju," katanya.
Wapres juga minta masyarakat untuk bersama-sama menjaga azas utama kehormatan terhadap hak asazi manusia dengan memenuhi azas praduga tak bersalah.
Boediono juga mengajak agar tidak menjadikan demokrasi Indonesia menjadi arena adu massa dan adu kekuatan dana.
"Hanya dengan itu kita bisa bekerja sama untuk masa depan Indonesia yang maju," katanya.(*ek)


















