Jakarta, (berita2.com): Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Bidang Politik, Bima Arya Sugiarto, menegaskan, partainya dengan sangat jelas memilih opsi A dalam rapat paripurna DPR terkait kasus Bank Century.
"Sikap PAN sangat jelas, memilih opsi A," kata Bima Arya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu(03/03).
Namun ketika ditanya mengapa dalam pandangan akhir Fraksi PAN, tidak menyebutkan secara tegas menyebutkan opsi tersebut, Bima Arya berkilah bahwa hal tersebut hanya masalah teknis belaka.
"Itu kan masalah teknis saja, tidak dibacakan di pandangan tadi," kata Bima, yang sebelum menjadi pengurus DPP PAN dikenal sebagai pengamat politik dari Universitas Paramadina Jakarta.
Ketika ditanya lebih jauh, masalah teknis seperti penyebutan nama dan pemilihan opsi adalah sesuatu yang ditunggu rakyat, Bima Arya menegaskan, "Di sini saya katakan, kalau PAN jelas sikapnya".
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam Rapat Paripurna DPR, lima fraksi yakni Golkar, PDIP, PKS, Gerindra, dan Hanura menyatakan memilih Opsi C yaitu menyatakan pemberian fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) dan penyertaan modal sementara (PMS) bagi Bank Century bermasalah.
Sementara itu, Fraksi Partai Demokrat dan dan FKB memilih Opsi A yaitu menyatakan pemberian FPJP dan PMS tidak bermasalah karena dilakukan untuk mencegah krisis dan sudah sesuai peraturan perundang-undangan. Sedangkan Fraksi PAN dan Fraksi PPP tidak jelas menentukan opsi pilihannya.
Dengan demikian, sebagian besar fraksi dalam Rapat Paripurna DPR itu tetap pada sikapnya yaitu mengganggap ada pelanggaran dalam pengucuran dana talangan (bailout) untuk Bank Century senilai Rp6,7 triliun.
Melihat komposisi kursi, di atas kertas posisi Opsi C masih lebih unggul karena meraup dukungan sekitar 300 kursi di DPR yaitu dari Fraksi Golkar (106), PDIP (94), PKS (57), Gerindra (26) dan Hanura (17). Sementara dukungan atas Opsi A hanya 176 kursi yaitu Fraksi Demokrat (148), PKB (28).
Jika fraksi yang belum secara tegas menyatakan pilihan opsi dengan dukungan 84 kursi yaitu PAN (46) dan PPP (38), ikut bergabung dengan Opsi A maka jumlahnya hanya tercapai 260 kursi atau masih kalah suara dibanding Opsi C yang di atas kertas akan memperoleh 300 suara.(*ek)