Jakarta, (berita2.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa(02/03).
Tema Rakernas XIV HIPMI kali ini adalah "Komitmen Nasional Dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Bangsa".
Dengan tema tersebut, HIPMI berharap adanya dukungan pemerintah kepada dunia usaha baik melalui penyediaan alternatif pembiayaan bagi dunia usaha serta usaha mikro kecil dan menengah, penurunan suku bunga kredit, penyelesaian masalah perpajakan, hingga adanya stimulus kebijakan terhadap dunia usaha.
HIPMI yang saat ini dipimpin Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa, juga berharap adanya kebijakan pemerintah yang bersahabat bagi pelaku di dunia usaha guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Rakernas HIPMI dihadiri oleh pengurus BPP dan seluruh perewakilan daerah dari seluruh Indonesia dengan 33 BPD serta sekitar 300 BPC.
Setelah pembukaan Rakernas XIV di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, acara dilanjutkan di Batam, Kepulauan Riau, pada 3 Maret 2010 sampai 5 Maret 2010.
HIPMI didirikan pada tanggal 10 Juni 1972. Pendirian organisasi ini dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena pada saat itu tidak banyak kaum muda yang bercita ? cita menjadi pengusaha.
Para pendiri yang rata ? rata merupakan pengusaha pemula yang terdiri dari Abdul Latief, Siswono Yudo Husodo, Teuku Sjahrul, Datuk Hakim Thantawi, Badar Tando, Irawan Djajaatmadja, Hari Sjamsudin Mangaan, Pontjo Sutowo, dan Mahdi Diah.
Pada saat itu anggapan yang berkembang di masyarakat menempatkan kelompok pengusaha pada strata yang sangat rendah sehingga sebagian besar anak muda terutama kalangan intelektual lebih memilih profesi lain seperti birokrat, TNI / POLRI dan sebagainya.
Dalam perjalanannya sampai terjadinya krisis ekonomi di tahun 1998, HIPMI telah sukses mencetak kaderisasi wirausaha, dengan tampilnya tokoh ? tokoh muda dalam percaturan dunia usaha nasional maupun internasional. Keadaan itu kemudian dapat merubah pandangan masyarakat terhadap profesi pengusaha pada posisi terhormat.
Pada Era Reformasi, terutama pasca krisis ekonomi, HIPMI senantiasa adaptif dengan paradigma baru yakni menjadikan Usaha Kecil ? Menengah sebagai pilar utama dan lokomotif pembangunan ekonomi nasional.
HIPMI memiliki motto Pengusaha Pejuang-Pejuang Pengusaha yang bermakna bahwa kader-kader HIPMI tidak saja diharapkan menjadi pengusaha nasional yang tangguh tetapi juga menjadi pengusaha yang berwawasan kebangsaan dan memiliki kepedulian terhadap tuntutan nurani rakyat.
HIPMI adalah organisasi independen non partisan dan bukan merupakan underbouw dari organisasi manapun dengan struktur organisasi HIPMI berada di tingkat pusat maupun daerah.
HIPMI menetapkan adanya Badan Pengurus Pusat yang berkedudukan di Ibukota Negara, Badan Pengurus Daerah berkedudukan di Ibukota Provinsi, dan Badan Pengurus Cabang berkedudukan di Ibukota Kabupaten/Kota.
Hingga saat ini HIPMI telah ada di 32 propinsi di Indonesia dan memiliki 274 Badan Pengurus Cabang. Seiring dengan otonomi daerah dan pemekaran, HIPMI terus berkembang agar dapat terwakili di seluruh Indonesia.(*ek)


















