"Menlu akan tiba berada di Indonesia selama dua hari pada tanggal 13 - 14 Oktober. Menlu berkeinginan untuk menyampaikan simpati rakyat Jepang kepada rakyat Indonesia, khususnya yang berada di Sumatra Barat," demikian siaran pers Deplu Jepang yang diterima Antara di Jakarta, Senin.
Selama di Jakarta, Okada dijadwalkan bertemu Menlu Hassan Wirajuda dan pada pertemuan itu akan disampaikan rasa belasungkawa rakyat Jepang. Negeri Sakura itu juga akan memberikan bantuan dana untuk penanggulangan gempa bumi.
Setelah itu, Okada akan terbang menuju Pariaman dan Padang untuk berkeliling melihat langsung kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter pada 30 September lalu.
Di Pariman dan Padang, Okada akan bertemu dengan para korban gempa dan juga menyaksikan upaya-upaya rehabilitasi dan rekonstruksi baik yang dilakukan oleh TNI maupun organisasi lainnya.
Gempa bumi pada akhir bulan September itu telah mengakibatkan sedikitnya 809 orang meninggal dunia.
Namun diperkirakan angka korban meninggal dunia akan terus bertambah karena para petugas SAR yang mencakup para prajurit TNI dan Polri serta berbagai relawan masih berupaya mencari mayat-mayat yang berada dibawa reruntuhan bangunan.
Gempa bumi ini telah merusak ribuan bangunan terutama sekolah-sekolah mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama , sekolah menengah atas hingga berbagai perguruan tinggi. (
Pemerintah Indonesia telah menetapkan masa tanggap darurat selama dua bulan. Selain Jepang, maka berbagai negara lainnya juga telah mengulurkan tangannya antara lain Rusia, Amerika Serikat , hingga Uni Emirat Arab(UAE). (*SS)


















