Padang, (berita2.com): Pencarian korban yang diperkirakan masih tertimbun tanah longsor pascagempa 7,6 SR di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) diperpanjang tiga hari menjadi 10 hari sejak bencana terjadi Rabu (30/9).
"Perpanjangan hari pencarian itu atas permintaan pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan keluarga korban," kata Ketua Harian Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, Marlis Rahman, di Padang, Kamis.
Ia menyebutkan, pencarian tiga hari ke depan akan dilakukan tim SAR Gabungan Indonesia dan TNI/Polri dibantu masyarakat setempat.
Pencarian tambahan, ini lebih difokuskan pada titik-titik yang sebelumnya sudah ada tanda-tanda beradaan jasad korban dan tanah yang menimbun tidak terlalu dalam.
Menurut dia, diperkirakan memang masih ada korban yang tertimbun dan diharapkan dengan tambahan hari pencarian jasad-jasad itu dapat tidak ditemukan.
Ia mengatakan, meski telah ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk penghentian pencarian korban mulai Rabu dan saran dari PBB untuk menghentikan pencarian, namun Sarkorlak PB tetap menghargai permintaan dari keluarga korban.
Keluarga korban masih meminta pencarian dilakukan, karena itu pencarian ditambah karena memang keluarga korban yang lebih merasa kehilangan, tambahnya.
Data sementara Sarkorlak PB Sumbar, jumlah korban tewas akibat gempa 7,6 SR di Sumbar yang telah ditemukan dan terdata tercatat 739 orang.
Kemudian korban luka berat 863 orang, luka ringan (1.336 orang), warga hilang (296 orang), warga mengungsi (410 orang), rumah rusak berat 212.679 unit, rusak sedang 55.206 unit dan rusak ringan 57.510 unit. (*/wan)