Jakarta, (berita2.com): Menjelang batas akhir program 100 hari pertama pemerintah pada 20 Januari 2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan mengevaluasi kinerja para menteri Kabinet Indonesia Bersatu Kedua.
Dalam pidatonya pada pelantikan Sekretaris Kabinet dan tiga wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu, Presiden meminta para menteri untuk setia dan konsisten melaksanakan kontrak kinerja serta pakta integritas yang telah mereka tandatangani.
"Jalankan pakta integritas dan kontak kinerja karena perangkat itu sudah ada, kesepakatan yang telah ditandatangai bersama-sama. Saya akan laksanakan evaluasi terhadap semua itu dengan harapan semua setia dan konsisten dengan apa yang telah ditandatangai, suatu kontrak harus dijalankan sepenuh hati," tuturnya.
Selain pakta integritas dan kontrak kinerja, Presiden juga mengingatkan kesepakatan koalisi sebagai perjanjian yang harus ditepati selama Kabinet Indonesia Bersatu Kedua menjalankan tugas.
Kepala Negara mengingatkan pentingnya program 100 hari sebagai landasan yang menentukan prioritas agenda kerja pemerintah selama 2010, dan bahkan selama lima tahun hingga 2014.
"Perlu kita ketahui bahwa ini adalah program tahun 2010 dan bahkan program awal lima tahun mendatang," ujarnya.
Kinerja pemerintah pada 2010, lanjut dia, akan menentukan keberhasilan pemerintah hingga lima tahun berikutnya.
Namun, Presiden juga mengingatkan agar keberhasilan program 100 hari tidak dilihat secara sepotong-sepotong tetapi secara keseluruhan dengan semua capaian program pemerintah lainnya.
Meski situasi politik dalam negeri cenderung menghangat setelah pelaksanaan Pemilu 2009 dan terbentuknya Kabinet Indonesia Bersatu Kedua, Presiden meminta para menteri untuk tetap berkonsentrasi menjalankan tugas mereka sehingga program 100 hari pertama pemerintah dapat tercapai.(*ek)


















