Upacara pemakaman mantan presiden yang biasa disapa Gus Dur itu mulai berlangsung setelah shalat zuhur.
Sambil menanti prosesi tersebut Presiden Yudhoyono beristirahat di pendopo Bupati Jombang.
Setibanya di Tebuireng jenasah Gus Dur akan diiringi pasukan yang terdiri atas para personel drumband, personil pembawa bendera dan delapan pengusung peti jenasah yang berasal dari TNI AL, TNI AU, TNI AD dan Polri, sebagaimana upacara pemakaman mantan presiden Soeharto Januari 2008.
Pada upacara pemakaman itu akan dilakukan pembacaan riwayat hidup mendiang dan apel persada sebelum pasukan diperintahkan memasang sangkur, dan jenasah diturunkan.
Kemudian, Regu Salvo bersiap menembak, perwira pendamping merentangkan bendera dan inspektur upacara memimpin penghormatan kepada jenasah sebelum kemudian jenasah dimasukkan ke liang lahat.
Jenasah kiai yang terkenal dengan komentar-komentarnya yang spontan itu diterbangkan dari Jakarta pada pukul 08.30 WIB dan tiba di Surabaya sekitar pukul 09.40 WIB sebelum kemudian menuju Jombang dengan jalan darat.
Di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Surabaya-Jombang ribuan warga tampak berdiri di tepi jalan.
Semakin dekat ke Pondok Pesantren Tebuireng kerumunan warga yang ingin turut melepas Gus Dur makin padat. Di sepanjang jalan juga tampak bendera merah putih dikibarkan setengah tiang.
Gus Dur wafat pada Rabu (30/12) sekitar pukul 18.45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo karena mengalami komplikasi.
Anak sulung dari enam bersaudara putra mantan Menteri Agama KH Wahid Hasyim yang dilahirkan di Jombang, 7 September 1940, itu wafat pada usia 69 tahun.
Gus Dur yang menjabat sebagai Presiden ke-4 RI (1999-2001) itu meninggalkan seorang istri, Shinta Nuriyah, dan empat orang anak yaitu Alissa Qotrunnada, Zannuba Ariffah Chafsoh, Anita Hayatunnufus dan Inayah Wulandari.
Saat memimpin Kabinet Persatuan Nasional gebrakan Gus Dur, antara lain, mengizinkan perayaan tahun baru China yang dilarang selama Orde Baru dan pengakuan agama Konghu cu.
Gus Dur akan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang didirikan oleh kakek dari ayahnya, KH Hasyim Asy`ari pada 1899.
Pondok Pesantren Tebuireng yang saat ini dipimpin oleh adiknya, KH Salahuddin Wahid itu merupakan pondok pesantren terbesar di Jombang.
Pada Rabu malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh rakyat Indonesia memberikan penghormatan yang paling tinggi seraya mendoakan almarhum.
Kepala Negara juga minta seluruh rakyat Indonesia mengibarkan bendera setengah selama tiang tujuh hari sebagai wujud rasa duka mendalam.
Menurut Presiden, yang sempat menjenguk Gus Dur di saat-saat terakhirnya, negara ingin memberikan penghormatan tertinggi pada pemakaman Gus Dur dengan upacara kenegaraan di Jombang.
Pada Rabu malam sejumlah mantan presiden dan wakil presiden juga tampak melayat Gus Dur yang disemayamkan di rumah duka Ciganjur. Mereka antara lain BJ Habibie, Megawati dan Try Sutrisno. (*ek)


















