Sebelum jenazah Gus Dur tiba, mereka mengikuti geladi bersih yang dipimpin Asisten Personel Kodam V/Brawijaya Kolonel Inf Agus Yuniarto.
Geladi bersih yang diikuti personel Pasukan Khas TNI-AU, Marinir TNI-AL, Batalion Infanteri Raider TNI-AD, Brimob Polda Jatim, dan korps marching band Kodam V/Brawijaya itu, digelar dua kali.
Upacara diawali dengan penghormatan jenazah dilanjutkan pembacaan riwayat hidup oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dalam geladi bersih itu diperankan Agus Yuniarto.
Kemudian penurunan jenazah yang didahului dengan tembakan salvo oleh 10 personel Batalion Infanteri Raider dan penimbunan liang lahat oleh keluarga dan petugas makam, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh Presiden.
Setelah sambutan Presiden dan perwakilan keluarga, upacara pemakaman ditutup dengan pembacaan doa dan penghormatan terakhir. Dalam penghormatan terakhir terhadap jenazah, para tamu undangan diminta melepas kaca mata hitam.
Sementara itu, beberapa saat sebelum geladi bersih digelar, kompleks PP Tebuireng telah steril dari masyarakat umum dan kalangan santri.
Saat ini di dalam areal PP Tebuireng hanya ada pihak keluarga, personel TNI/Polri yang terlibat dalam upacara pemakaman, dan wartawan media cetak dan elektronik.
Masyarakat dan santri dihalau petugas menuju Masjid Ulul Albab di sekitar kampus Institut Keislaman Hasyim Asy`ari (IKH) Tebuireng.
Irfan Yusuf Hasyim yang mewakili keluarga terlihat dalam geladi bersih itu. Sepupu Gus Dur itu mengatakan, upacara pemakaman akan dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB.
"Informasi terakhir yang kami terima, upacara baru akan digelar sekitar pukul 13.30 WIB," kata putra almarhum K.H. Yusuf Hasyim (paman Gus Dur) itu.
Liang lahat Gus Dur berada di sebelah utara pusara kakeknya K.H. Hasyim Asy`ari yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU).(*ek)


















