Nusadua, Bali, (berita2.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Indonesia setiap tahunnya membutuhkan investasi Rp2.000 triliun dan diharapkan separuh dari investasi tersebut berasal dari Jepang, sementara sisanya dari negara sahabat lainnya.
"Saya mengharapkan separuh dari investasi tersebut datang dari Jepang dan sisanya dari negara-negara lain," kata Presiden dalam Jumpa Pers bersama Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama di Nusadua, Bali, Kamis (10/12).
Pada Kamis pagi Presiden membuka pertemuan Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum) yang akan berlangsung selama dua hari hingga Jumat petang. Kepala Negara dan PM Jepang merupakan ketua bersama dalam sidang dua hari tersebut.
"Saya memang tidak secara spesifik berbicara tentang investasi yang kita harapkan dari Jepang. Namun terbuka peluang bagi kerja sama dalam berbagai sektor," katanya.
Karena itu Indonesia memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada Jepang untuk melakukan investasi dalam berbagai bidang seperti sektor energi, baik yang konvensional maupun yang terbarukan, ujarnya.
Sementara itu ketika berbicara tentang penyelenggaraan Bali Democracy Forum, Presiden menyatakan Indonesia merasa mendapat kehormatan karena PM Jepang itu datang dan menjadi ketua bersama dengan Indonesia.
Dalam kesempatan itu Kepala Negara menjelaskan tentang tiga nota kesepahaman yang ditandatangani Kamis pagi antara Menlu Marty Natalegawa dengan Dubes Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojori tentang bantuan negara tersebut bagi pembangunan Indonesia.
Pemerintah Jepang menyediakan bantuan bagi pembangunan berbagai jembatan di Pulau Nias, di Provinsi NTB, serta pinjaman yang merupakan stimulus ekonomi dalam menghadapi perubahan iklim.
"Nias akan mendapat bantuan Rp220 miliar bagi pembangunan sejumlah jembatan," kata Yudhoyono.
Khusus pinjaman untuk menghadapi perubahan iklim pemerintah Jepang memberi komitmen untuk memberi pinjaman Rp4 triliun.
Sementara itu Juru Bicara Direktorat Jenderal Press dan Public Relation Jepang Kazuo Kodama mengatakan pinjaman Jepang untuk pembangunan berbagai jembatan di pulau Nias Jepang memberi hibah sebesar 1,5 miliar yen, kemudian 492 juta yen untuk pembangunan jembatan-jembatan di NTB.
Di Nias akan dibangun enam jembatan anti gempa bumi karena Nias sangat rawan dalam menghadapi gempa bumi.
"Pulau Nias akan dibangun enam jembatan anti gempa," kata Kodama.
Di NTB akan dibangun empat jembatan di Pulau Sumbawa karena provinsi tersebut merupakan salah satu daerah miskin di Indonesia.
Kodama menyebutkan pula bantuan-bantuan itu merupakan bantuan pertama berdasarkan program yang disebut "Hatoyama Initiative".
Sementara itu ketika menjelaskan bantuan untuk mengatasi perubahan iklim, Kodama mengatakan, bantuan itu diberikan karena pendapatan pemerintah Indonesia menurun sangat tajam akibat perubahan iklim.
"Karena itu sekitar 9,4 miliar yen akan diberikan kepada Indonesia melalui program yang disebut "Emergency Budget Support Javanese ODA (Official Development Assistance)".
Pada Kamis sore Presiden akan menerima Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao yang juga menghadiri pertemuan Bali Democracy Forum yang juga dihadiri Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunei Darussalam.(*un)