Jayapura, (berita2.com): Komisi I DPR RI dijadwalkan bertemu jajaran Pemerintah Provinsi Papua pada Kamis pagi untuk membahas program repatriasi warga negara Indonesia asal Papua yang selama bertahun-tahun bermukim di negara tetangga Papua Nugini (PNG).
Ketua Komisi I DPR RI, Kemal A Stamboel di Jayapura, Kamis (10/12) mengatakan, pertemuan dengan pihak Pemda dilakukan untuk menindaklanjuti program repatriasi tersebut dan membahas sejauh mana kesiapan pemerintah daerah untuk memfasilitasi para repatrian yang telah kembali ke tanah air.
Repatriasi adalah pemulangan kembali orang ke tanah airnya (ke negera asalnya).
"Pemda harus berupaya untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan bagi saudara-saudara kita yang kembali dalam hal kesejahteraan, tempat tinggal, pekerjaan dan lainnya," ujarnya.
Menurut Ketua Komisi I Kemal Stamboel, Pemda harus memiliki perencanaan yang matang untuk menerima para repatrian, karena jika tidak maka bisa menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.
Perencanaan tersebut berkaitan dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai program repatriasi agar ikut mendukung proses pemulangan saudara-saudara mereka yang telah lama meninggalkan tanah air.
"Jangan sampai timbul pemikiran di masyarakat bahwa pemerintah terlalu mengistimewakan saudara-saudara kita yang kembali itu. Pemda harus memfasilitasi para repatrian dan masyarakat diharapkan menerima dengan baik," kata Ketua Komisi I Kemal A.Stamboel.
Sebelumnya, Komisi I DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke Tembagapura, Kabupaten Mimika pada Selasa (8/12) untuk meninjau lokasi pertambangan emas dan tembaga PT Freeport Indonesia di Grasberg dan bertemu dengan Muspida Mimika dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Sedangkan pada Rabu pagi, Komisi I DPR RI berkunjung ke Vanimo, PNG yang salah satu tujuannya membahas berbagai macam isu yang sering terjadi di perbatasan, aktivitas pelintas batas baik orang maupun barang serta kegiatan lainnya, khususnya di Vanimo.
Jumlah calon repatrian tercatat sebanyak 192 KK atau 708 jiwa dengan rincian sebanyak 451 orang kembali ke Kabupaten Jayapura, delapan orang ke Kabupaten Biak, Sorong sembilan orang, Jayawijaya 13 orang, dan Puncak Jaya sembilan orang.
Adapun repatrian yang kembali ke Kabupaten Puncak Jaya sembilan orang, Merauke 32 orang, Tolikara empat orang, Keerom 31 orang, Boven Digoel 108 orang dan Kabupaten Mimika 49 orang.
Repatriasi berlangsung secara bertahap. Pada Kamis (19/11), 141 warga Papua akhirnya tiba di bandar udara Sentani, Kabupaten Jayapura dengan menumpang Pesawat Hercules milik TNI-AU setelah bertahun-tahun berada di PNG.
Sementara itu pada Minggu (22/11) juga telah kembali dilakukan repatriasi 195 warga Papua. (*/wan)