Medan, (berita2.com): Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan minta telpon tim pansus DPR RI kasus Bank Century disadap dan rekening bank anggota tim di cek, untuk menjawab keraguan masyarakat dalam mengungkap masalah yang merugikan uang negara Rp 6,7 triliun.
"PDI Perjuangan menyetujui apabila seluruh anggota tim pansus termasuk dari partai kami sendiri agar rekening bank di cek, telpon disadap untuk menjawab keragu-raguan publik dalam masalah Bank Century," kata Sekjen DPP PDIP, Pramono Anung, di Medan, Senin (7/12).
Seusai membuka Rapat Kerja Daerah III PDIP Sumatera Utara, Pramono menegaskan, partainya juga mendorong agar panitia khusus (pansus) melakukan rapat secara terbuka, sehingga masyarakat luas bisa mengetahui perkembangan kasus tersebut dan tidak menimbulkan kecurigaan.
Pihaknya menyatakan keseriusannya dalam pengungkapan kasus Bank Century itu, terutama tentang data awal audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Ini merupakan yang sudah jelas dari segi waktu, pengambilan kebijakan dan sebagainya. Maka apa yang sudah jelas dari hasil audit BPK jangan dikaburkan dengan persoalan aliran dana," katanya.
Ia menambahkan, ada atau tidak aliran dana yang dialirkan kepada siapa pun yang menyangkut Bank Century itu sudah banyak keganjilan yang terjadi di dalamnya.
Menanggapi akan ada aksi memperingati Hari Anti Korupsi pada 9 Desember 2009, pihaknya minta kepada pemerintah jangan terlalu berlebihan dalam menyikapi aksi yang akan dilakukan elemen maupun masyarakat tersebut.
"Tidak perlu ditanggapi terlalu berlebihan oleh pemerintah, apa pun demonstrasi itu merupakan elemen yang diperbolehkan dalam demokrasi, saya yakin tidak ada ruang bisa melumpuhkan simbul-simbul negara termasuk simbul kepresidenan," ucapnya.
Ia minta agar kepolisian dan aparat keamanan dapat menjaga dan mengawasi jalannya proses demokrasi dalam peringatan Hari Anti Korupsi 2009 mendatang.(*/wan)


















