Lebak, (berita2.com): Sawah seluas 2.500 hektare di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, terendam banjir akibat tanggul saluran irigasi yang berlokasi di Desa Sukatani jebol pada Sabtu (28/11) dini hari.
Ketua Taruna Siaga Bencana (Taruna) Kabupaten Lebak, Enang Hidayat menjelaskan, bencana banjir yang melanda delapan desa di Kecamatan Wanasalam mengakibatkan warga mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Selain merendamkan sawah sekitar 2.500 hektare, banjir mengakibatkan 1.600 kepala keluarga harus mengungsi karena rumahnya terendam banjir.
Banjir juga menghancurkan dua jembatan penghubung antardesa serta mengakibatkan jalan aspal sepanjang lima meter tergerus air di Desa Cipedang.
Bahkan, jalan antarperkampungan dan antardesa terputus akibat longsoran tanah dan jembatan roboh. Saat ini petugas evakuasi sedang melakukan pendataan tentang kerusakan sarana jalan, jembatan, rumah dan sawah.
Sebagian besar sawah yang terendam usia tanam rata-rata 20 hari setelah hari tanam (STH). Diperkirakan tanaman padi mati karena terendam air setinggi 1,5 meter.
"Saya kira banjir ini akibat tanggul saluran irigasi sudah usia tua," katanya. Dia menyebutkan, Warga yang terkena banjir kini mengungsi di rumah kerabat, tetangga, masjid, balai desa yang lokasinya lebih tinggi.
Sedangkan, dua warga tergigit ular berbisa dan kini dalam perawatan puskesmas setempat. "Sampai saat ini kami belum menerima laporan korban jiwa karena warga cepat bertindak untuk menyelamatkan diri," katanya.
Petugas evakuasi kini bergerak ke lapangan dengan membawa perahu karet, dan perahu dolphin, serta pakaian pelampung.
Menurut dia, sebetulnya banjir di wilayah itu sudah surut sejak Jumat (27/11) siang, namun banjir kembali melanda warga setelah tanggul irigasi jebol. "Saya berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul itu," katanya.
Sementara itu, Ahmad (50) seorang petani Desa Sukatani Kecamatan Wanasalam, mengaku sawah miliknya seluas satu hektare terendam banjir dan mengalami kerugian sekitar Rp3 juta.
Tanaman padi yang terendam itu usia tanamnya 20 hari dan kemungkinan tanaman itu membusuk. "Saya minta pemerintah daerah bisa membantu memberikan benih padi untuk kembali bertanam pada Desember," katanya.(*/wan)


















