Jakarta, (berita2.com) : Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, dan Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa meninjau penataan kawasan jalur kereta api yang melintasi Pasar Senen, Tanjung Priok dan Jakarta Kota.
Ketiga menteri menyusuri jalur Pasar Senen-Tanjung Priok-Pasar Senen-Jakarta Kota dengan kereta api khusus Wijaya Kusuma yang nyaman pada Rabu (18/11) pagi yang basah oleh rintik hujan.
Namun mereka tidak turun untuk melihat dari dekat kawasan yang masih saja dihiasi tenda-tenda terpal dan rumah "kardus" yang dihuni penduduk miskin kota.
"Ini adalah tindak lanjut instruksi Presiden terhadap menteri terkait untuk menghidupkan jalur-jalur yang selama ini tidak terpakai seperti jalur Tanjung Priok, Senen dan Kota, serta melakukan penataan," kata Agung.
Ia mengatakan, "Warga yang hidup di kawasan sepanjang jalur kereta ternyata masih menghadapi masalah sosial."
Pemerintah akan melakukan penataan kawasan tersebut untuk mengamankan jalur kereta api dan masyarakat yang hidup di sekitarnya, menyehatkan lingkungan, serta memperbaiki kehidupan masyarakat yang tinggal di sana.
Menurut dia, pemerintah tidak akan meminta orang-orang yang tinggal di kawasan sepanjang jalur kereta api meninggalkan kawasan tanpa memberikan alternatif solusi bagi mereka.
"Kita tidak menyuruh mereka pindah, saya tidak menggunakan kata menggusur, tanpa melakukan upaya pemberdayaan karena itu sama saja memindahkan kemiskinan, tidak menyelesaikan masalah," katanya.
Pemerintah akan menyediakan fasilitas rumah tinggal kepada penghuni kawasan kumuh sepanjang jalur kereta api yang memiliki kartu identitas warga DKI Jakarta serta fasilitas untuk pulang ke kampung bagi mereka yang tinggal di luar wilayah DKI Jakarta.
"Untuk penempatan, mereka bisa dirumahkan di rusunawa (rumah susun sewa-red). Pemberdayaan dilakukan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri," katanya.
Deputi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Bidang Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Adang Setiana mengatakan penempatan penghuni kawasan kumuh di kawasan jalur kereta api DKI Jakarta yang jumlahnya sekitar 4.000 orang itu baru diwacanakan, belum ada rencana rincinya.
Sementara Menteri Negara Perumahan Rakyat mengatakan, dalam hal ini pemerintah tidak akan menyediakan fasilitas rumah tinggal cuma-cuma. "Mereka setidaknya harus punya bekal sendiri dulu," katanya.
Tentang fasilitas pemulangan bagi penghuni kawasan kumuh dari luar DKI Jakarta, Direktur Utama PT Kereta Api (Persero) Ignasius Jonan mengatakan pihaknya menyediakan kereta api gratis kepada warga luar Jakarta yang akan pulang ke kampung halaman mereka.
Tindak Lanjut
Penataan kawasan jalur kereta api lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok-Pasar Senen merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada para menteri terkait dan Gubernur DKI Jakarta tanggal 28 April 2009.
Hingga akhir Desember 2009, pemerintah akan menyelesaikan penataan jalur kereta api lintas Tanjung Priok- Taman Bersih Manusiawi dan Berwibawa (BMW) sepanjang dua kilometer dan akan menyelesaikan penataan seluruh kawasan tahun 2011.
Program jangka pendek yang harus diselesaikan untuk penataan kawasan antara lain pemagaran jalur kereta api, pembersihan sampah di sepanjang jalur, pembuatan taman, pembuatan fasilitas mandi, cuci, kakus, pembuatan tempat pembuangan sampah, penanganan gelandang dan pengemis, dan pemberdayaan masyarakat melalui PNPM Mandiri.
Jumlah anggaran dari dari berbagai instansi terkait untuk pelaksanaan program jangka pendek tersebut sekitar Rp6,44 miliar dari berbagai instansi dan sebagian sudah digunakan untuk pemagaran jalur, pembuatan tempat pembuangan sampah dan pemulangan warga yang tidak punya KTP DKI Jakarta.
"Kami terus melakukan sosialisasi. Kami minta warga menjaga, dan tidak merusak fasilitas yang sudah dibuat. Kami akan mencari solusi terbaik bagi mereka," katanya.(*un)