Singapura, (berita2.com) : Pemerintah Indonesia dan China sepakat untuk terus merumuskan rencana aksi dalam Perjanjian Kemitraan Strategis guna mendorong kerjasama kedua negara, kata juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal, di Singapura, Jumat (13/11) sore.
"Pemerintah China bersedia terus menggalakkan kemitraan strategis yang sudah dirintis Presiden Yudhoyono beberapa tahun lalu dan sekarang ini sedang berada pada tahap merumuskan `plan of action` dari kemitraan strategis," kata Dino seusai dia mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Presiden China Hu Jintao di sela rangkaian pertemuan Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).
Menurut Dino, rancangan rencana aksi itu akan diselesaikan dalam waktu dekat.
"Tapi intinya, dalam pertemuan ini kedua pemimpin sepakat terus menjaga kemitraan strategis dan merampungkan rencana aksi dari kemitraan strategis itu," katanya.
Kedua kepala negara, kata Dino, juga sepakat mendekatkan hubungan politik dan saling percaya antara kedua pemimpin dan meningkatkan koordinasi Indonesia-China dalam isu-isu multilateral dan internasional.
Mereka berdua juga sepakat meningkatkan kerjasama bidang ekonomi.
Ia menjelaskan pula bahwa pemerintah China berharap Indonesia dapat memainkan peran lebih besar lagi di pentas internasional.
Perjanjian Kemitraan Strategis adalah payung besar yang akan mengatur proses kerjasama antara kedua negara.
Selain dengan China, Indonesia juga memiliki perjanjian kemitraan strategis dengan negara lain.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan dwipihak dengan Presiden China Hu Jintao selama lebih kurang 30 menit menjelang pertemuan puncak Forum Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Singapura, 14-15 November.
Pertemuan tersebut dilakukan di Ruang Taurus Hotel Marina Mandarin, Singapura, tempat Presiden Yudhoyono dan delegasi APEC Indonesia menginap.
Dalam pertemuan itu Presiden Yudhoyono memimpin delegasi Indonesia yang antara lain terdiri atas Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Perindustrian M. Hidayat, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Kepala BKPM Gita Wiryawan.
Pertemuan Presiden Yudhoyono dengan Hu Jintao merupakan satu dari sejumlah pertemuan dwipihak yang akan dilakukan oleh Presiden di sela-sela rangkaian pertemuan puncak APEC.
Presiden Yudhoyono juga dijadwalkan melakukan pertemuan dwipihak dengan Perdana Menteri Papua Nugini Sir Michael Somare dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.(*un)


















