Jakarta, (berita2.com): Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan minatnya membeli 20 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang kini dimiliki PT Pukuafu Indah.
Dirut PT Daerah Maju Bersaing (DMB), Andy Hadianto, di Jakarta, Rabu (11/11), mengatakan, pihaknya tetap akan menggandeng PT Multi Capital dalam pembelian saham Pukuafu tersebut.
"Kalau memungkinkan, kami juga mau (membeli 20 persen saham Newmont yang kini dimiliki Pukuafu)," katanya.
Ia tidak mempermasalahkan gugatan yang telah diajukan Pukuafu ke Pengadilan Negeri Jakarta Puat terkait divestasi NNT tersebut.
NNT merupakan perusahaan tambang asing asal AS dan Jepang yang menambang tembaga dan emas di Batu Hijau, Sumbawa Barat, NTB.
Sebanyak 80 persen saham perusahaan tersebut dikuasai Nusa Tenggara Partnership yang terdiri dari Newmont Indonesia Ltd sebesar 45 persen dan 35 persen oleh Nusa Tenggara Mining Corp dan Sumitomo Jepang.
Sisa saham sebesar 20 persen dikuasai Pukuafu Indah.
Menurut Andy, pihaknya sudah menandatangani kesepakatan pembelian saham Newmont hingga 31 persen dengan Multi Capital, anak usaha Grup Bakrie.
Namun, lanjutnya, kesepakatan tersebut bisa berlanjut hingga mencapai 51 persen.
DMB merupakan perusahan patungan tiga pemerintah daerah yakni Propinsi NTB, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kabupaten Sumbawa.
Pada Jumat (6/11) lalu, PT Multi Daerah Bersaing (MDB), yang merupakan perusahaan patungan antara DMB dan Multi Capital, dan Newmont sudah menandatangani jual beli 10 persen saham divestasi dengan harga 391 juta dolar AS.
Rabu ini, MDB juga tengah memproses pembelian 14 persen saham divestasi senilai 493 juta dolar AS.
Serta, akan memproses pembelian 7 persen saham Newmont yang merupakan jatah divestasi tahun 2010.
Dengan demikian, MDB akan menguasai 31 persen dan setelah ditambah 20 persen saham Pukuafu menjadi 51 persen.
Sesuai kontrak karya, NNT diwajibkan mendivestasikan 51 persen saham asingnya ke pihak nasional paling akhir Maret 2010.
Saat ini, sebanyak 20 persen sudah dikuasai nasional melalui Pukuafu, sehingga NNT mesti mendivestasikan 31 persen sisanya.
Jadwal divestasi 31 persen saham NNT sesuai kontrak karya adalah tiga persen Maret 2006, tujuh persen Maret 2007, tujuh persen Maret 2008, tujuh persen Maret 2009, dan tujuh persen Maret 2010.(*/wan)


















