
Garut, (berita2.com): Semua pihak diingatkan bahaya lanjutan dampak gempa bumi, jika pemulihannya tak segera dilakukan.
Presdir PT Kaltim Pasifik Amoniak (KPA) Bontang Kalimantan Timur, Akinobu Hiura di Garut, Senin (9/11) mengatakan bahaya lanjutan lebih pada faktor korban masih hidup bisa mengalami stres berat, juga dapat mengakibatkan kelelahan mental yang berhubungan langsung dengan unsur kejiwaan.
Dia mengaku datang dan sebagai orang Jepang, di negerinya pun sering banyak terjadi gempa bumi yang kerap menyebabkan kerusakan bangunan serta menimbulkan kematian, namun yang bisa dilakukan selama ini berupa kesiapan lebih baik untuk mereduksi akibat yang ditimbulkan.
Sehingga perusahaan yang memproduksi amoniak untuk bahan baku pupuk urea tersebut, menyelenggarakan pelatihan keterampilan menjadi buruh tukang desain bangunan tahan gempa, bagi 43 peserta terdiri masyarakat korban gempa asal kabupaten Garut, Tasikmalaya dan Ciamis, berlangsung selama lima hari, katanya.
Hanya itu bantuan yang bisa dilakukan nya, menyiapkan dana kegiatan pelatihan keterampilan bersama beberapa mitra kerja perusahaan, agar para peserta memiliki keterampilan dan menyebarluaskan kepada warga lain nya untuk menanggulangi seminimal mungkin dampak jika kembali terjadi gempa bumi.
Selain itu pada pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan rumah penduduk, apabila masing-masing dilakukan sendiri dipastikan tak banyak manfaat nya, melainkan jika dibangun dengan kebersamaan diyakini resiko nya bisa diperkecil bahkan proses pemulihan nya dapat berlangsung cepat, kata Akinobu Hiura.
Hadir pada pembukaan pelatihan yang dicanangkan Wakil Bupati setempat R Diky Candra itu, Vice President Manufakturing PT KPA, Darius P Pasaribu, sejumlah Kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) serta undangan lainnya.
Wakil Bupati juga mengemukakan, sampai sekarang masih terdapat ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di kecamatan Bungbulang, yang belum berani memasuki ruangan kelas di sekolah nya masing-masing akibat mengalami ketakutan berkepanjangan dari dampak gempa bumi 7,3 SR, Rabu (2/9).
Demikian pula sebelum nya banyak kalangan dewasa dan orang tua, yang banyak merenung menyusul pemenuhan kebutuhan biologis terbilang lama tak terpenuhi, karena sarana rumah milik mereka tak bisa dihuni diterjang guncangan gempa, katanya.
Sementara itu Kepala Dinsosnakertrans kabupaten Hj. Elka Nurhakimah melaporkan, para peserta pelatihan keterampilan terdiri 30 dari Garut, 10 asal Tasikmalaya, seorang dari Ciamis serta dua peserta dari Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Pertacip) setempat.
Seluruh akomodasi termasuk dana transfor dan bantuan peralatan pertukangan pada setiap peserta, bersumber dari pihak penyelenggara.(*/wan)