
Bekasi (berita2.com): Mayoritas bangunan masjid di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), tidak memiliki arah kiblat yang akurat.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Seksi Uruis (Urusan Agama Islam), Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama (Depag) Kabupaten Bekasi, Edi Suhadi, Minggu (9/11).
"Berdasarkan hasil kajian kami di lapangan, sebanyak delapan dari 10 masjid yang dijadikan contoh ternyata arah kiblatnya belum pas beberapa derajat dari arah Kabah," katanya di Cikarang.
Menurut Edi, mayoritas masjid tersebut berlokasi di sejumlah wilayah perumahan penduduk. "Karena pada saat proses pembangunannya tidak diperhitungkan secara detail oleh kontraktor," ujarnya.
Data tersebut diperolehnya dari tim evaluasi arah kiblat yang sengaja dibentuk Kantor Depag Kabupaten Bekasi yang beranggotakan sekitar lima orang yang disebar secara acak di setiap kecamatan.
Berdasarkan keadaan tersebut, kata dia, pihaknya berinisiatif meningkatkan upaya pembinaan kepada seluruh pengurus masjid di 23 kecamatan agar kembali melakukan penataan ulang terhadap arah kiblat.
"Bagi kalangan umat muslim, keakuratan arah kiblat sangat penting bagi kesempurnaan ibadah mereka. Sehingga kita wajib memberitahukannya," kata Edi.
Edi mengatakan ada dua cara untuk membenahi keadaan tersebut. Yakni, dengan merenovasi bangunan masjid jika memang dananya memungkinkan. Cara kedua, dengan mengubah barisan jamaah (saf) ke arah kiblat yang sempurna.
Secara terpisah, Pengurus Masjid Baitul-Haq, Perumahan Puri Gading, Cikarang Utara, Panji Rama Aditya, membenarkan hal tersebut. Menurut dia, kondisi tersebut diperparah dengan maraknya sejumlah waktu salat yang meleset dari ketentuan jadwal.
"Sejumlah masjid di sekitar rumah saya banyak yang waktu salatnya sudah melenceng dari yang ditetapkan Departemen Agama," ujarnya.
Panji berharap Kanwil Depag Kabupaten Bekasi tidak hanya menata ulang kiblat, namun juga menyeragamkan waktu salat berjamaah di seluruh masjid. (*/wan)