Jakarta, (berita2.com): Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso mengatakan Partai Golkar mengusulkan kadernya untuk memegang jabatan wakil menteri yang akan ditetapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.
Priyo tidak bersedia menyebutkan siapa saja nama-nama yang diusulkan Partai Golkar untuk jabatan wakil menteri, tapi ketika pers menyebutkan salah satu nama yakni, Sharif Cicip Sutardjo, ia membenarkan.
"Ya begitulah," kata Priyo Budi Santoso di sela acara diskusi dan peluncuran buku "Politik Kartel" di Jakarta, Selasa (27/10).
Sharif Cicip Sutardjo adalah Ketua DPP Golkar yang juga pengusaha. Dia salah satu tim sukses Aburizal Bakrie pada pemilihan Ketua Umum Partai Golkar di Pekanbaru Riau, 5-8 Oktober lalu.
Priyo mengatakan Sutrdjo adalah kader Partai Golkar dan profesional karena berlatar belakang pengusaha.
"Partai Golkar bisa memahami rencana Presiden yang akan menetapkan beberapa wakil menteri untuk pos menteri yang tugasnya sangat berat sehingga bisa berbagi tugas," katanya.
Keberadaan wakil menteri, kata dia, tidak menjadi masalah karena diatur dalam undang-undang No.39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara.
"Partai Golkar mengapresiasi rencana ini dan tidak mempermasalahkannya. Pada zaman Presiden Soeharto juga pernah ada posisi menteri muda di sejumlah pos menteri," kata ketua Fraksi Partai Golkar DPR 2004-2009 ini.
Dikatakannya, penjelasan dalam undang-undang kementerian negara, jabatan wakil menteri lebih diprioritaskan untuk pejabat dan profesional, tetapi jabatan ini sama saja dengan jabatan menteri yakni jabatan politik, sehingga bisa diisi oleh profesional dari partai politik.
Ketika ditanya pos menteri apa aja yang tugasnya sangat berat sehingga membutuhkan wakil menteri, ia mengatakan Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Perhubungan.
Menurut dia, pos menteri tersebut berperan cukup penting dalam mendukung pemerintahan Presiden Yudhoyono sehingga bisa dibantu wakil menteri.
Pada saat mengumumkan nama-nama menteri KIB II di Istana Negara Jakarta, Selasa (20/10), Presiden Yudhoyono mengatakan akan mengangkat beberapa wakil menteri untuk pos menteri-menteri yang beban tugasnya sangat berat.(*/wan)